Sabtu, 03 Desember 2016

Perlawanan Rakyat Indonesia

1. Maluku Angkat Senjata
Tahun 1521 --> Portugis berhasil masuk ke Maluku Pusat ( pusat aktivitas ) melalui Ternate
Lalu tidak lama , orang Spanyol datang dan memusatkan di Tidore
Tahun 1529 --> Perang antara Tidore melawan Portugis
Penyebab perang ini : Kapal-kapal Portugis menembaki jung-jung dari Belanda yang akan membeli ngkeh ke Tidore , lalu terjadi peperangan --> Portugis menang dibantu degan Ternate dan Bacan
Tahun 1534 --> Perjanjian Saragosa ( Antara Portugis dan Spanyol )
1.Bumi dibagi atas dua pengaruh, yaitu pengaruh bangsa Spanyol dan Portugis.
2.Wilayah kekuasaan Spanyol membentang dari Mexico ke arah barat sampai kepulauan Filipina dan wilayah kekuasaan Portugis membentang dari Brazillia ke arah timur sampai kepulauan Maluku.daerah disebelah utara garis saragosa adalah penguasaan portugis. daerah disebelah selatan garis saragosa adalah penguasaan spanyol.
Tahun 1565 --> Perlawanan rakyat Ternate di pimpin oleh Sultan Khaerun / Hairun
Tahun 1570 --> Di Benteng Sao Paolo Portugis mengajak Sultan Khaerun berunding karena sudah kewalahan namun malah Sultan Khaerun dibunuh
Tahun 1575 --> Portugis dapat di desak , di usir dari Ternate di bawah pimpinan Sultan Baabulah
hingga..
Tahun 1605 --> Portugis mengungsi ke Ambon dan di usir oleh VOC kemudian menetap di timor-timor
Tahun 1635 - 1646 --> Serangan Sporadis dari rakyat Hitu ( dipimpin oleh Kakiali dan Telukabesi )
Tahun 1680 --> VOC memaksa ke penguasa Tidore sebuah perjanjian
Tahun 1805 --> Akhirnya Sultan Nuku berhasil mengembangkan pemerintahan yang berdaulat melepaskan diri dari dominasi Belanda di Tidore sampai akhir hayatnya.

2. Perlawanan Banten
Banten memiliki posisi yang strategis sebagai bandar perdagangan internasional. Oleh karena itu sejak semula Belanda ingin menguasai Banten, tetapi tidak pernah berhasil. Akhirnya VOC membangun Bandar di Batavia pada tahun 1619. Tahun 1651, Pangeran Surya naik tahta di Kesultanan Banten. Pangeran Surya bergelar Sultan Abu al-Fath Abulfatah. Sultan Abu al-Fath Abdulfatah ini lebih dikenal dengan nama Sultan Ageng Tirtayasa. pada tahun 1671 Sultan Ageng Tirtayasa mengangkat putra mahkota Abdulnazar Abdulkahar sebagai raja pembantu yang lebih dikenal dengan nama Sultan Haji. Sebagai raja pembantu Sultan Haji bertanggung jawab urusan dalam negeri, dan Sultan Ageng Tirtayasa bertanggung jawab urusan luar negeri dibantu puteranya yang lain, yakni Pangeran Arya Purbaya. Pemisahan urusan pemerintahan di Banten ini tercium oleh perwakilan VOC di Banten W. Caeff.
Dalam persekongkolan tersebut VOC sanggup membantu Sultan Haji untuk merebut Kesultanan Banten tetapi dengan empat syarat.
 (1) Banten harus menyerahkan Cirebon kepada VOC,
 (2) monopoli lada di Banten dipegang oleh VOC dan harus menyingkirkan para  pedagang 
       Persia, India, dan Cina,
 (3) Banten harus membayar 600.000 ringgit apabila ingkar janji, dan
 (4) pasukan Banten yang menguasai daerah pantai dan pedalaman Priangan segera     ditarik kembali. Isi perjanjian ini disetujui oleh Sultan Haji.
Pada tahun 1681 VOC atas nama Sultan Haji berhasil merebut Kesultanan Banten. Istana Surosowan berhasil dikuasai. Pada tahun 1682 pasukan Sultan Ageng Tirtayasa berhasil mengepung istana Surosowan. Baru setelah melalui tipu muslihat pada tahun 1683 Sultan Ageng Tirtayasa berhasil ditangkap dan ditawan di Batavia sampai meninggalnya pada tahun 1692.

3. Sultan Agung Versus J.P. Coen
Sultan Agung adalah raja yang paling terkenal dari Kerajaan Mataram. Pada masa pemerintahan Sultan Agung, Mataram mencapai zaman keemasan.Cita-cita Sultan Agung antara lain:
(1) mempersatukan seluruh tanah Jawa, Dan
(2) mengusir kekuasaan asing dari bumi Nusantara.
Sultan Agung merencanakan serangan ke Batavia. Ada beberapa alasan mengapa Sultan Agung merencanakan serangan ke Batavia, yakni:
1.   tindakan monopoli yang dilakukan VOC,
2.   VOC sering menghalang-halangi kapal-kapal dagang Mataram
      yang akan berdagang ke Malaka,
3.   VOC menolak untuk mengakui kedaulatan Mataram, dan
4.   keberadaan VOC di Batavia telah memberikan ancaman serius bagi masa depan Pulau Jawa.
Pada tahun 1628 telah dipersiapkan pasukan dengan segenap persenjataandan perbekalan. Pada waktu itu yang menjadi gubernur jenderal VOC adalahJ.P. Coen. Sebagai pimpinan pasukan Mataram adalah Tumenggung Baureksa.Tepat pada tanggal 22 Agustus 1628, pasukan Mataram di bawah pimpinanTumenggung Baureksa menyerang Batavia. Tumenggung Baureksa sendiri gugur dalam pertempuran itu. Dengan demikian serangan tentara Sultan Agung pada tahun 1628 itu belum berhasil.
Tahun 1629 pasukan Mataram diberangkatkan menuju Batavia. Sebagai pimpinan pasukan Mataram dipercayakan kepada Tumenggung Singaranu, Kiai Dipati Juminah, dan Dipati Purbaya. ernyata informasi persiapan pasukan Mataram diketahui oleh VOC.
Dengan segera VOC mengirim kapal-kapal perang untuk menghancurkan lumbung-lumbung yang dipersiapkan pasukan Mataram. Di Tegal tentara VOC berhasil menghancurkan 200 kapal Mataram, 400 rumah penduduk dan sebuah lumbung beras. Berikutnya pasukan Mataram mengepung Benteng Bommel, tetapi gagal menghancurkan benteng tersebut. Pada saat pengepungan Benteng Bommel, terpetik berita bahwa J.P. Coen meninggal. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 21 September 1629. Perlawanan pasukan Sultan Agung terhadap VOC memang mengalami kegagalan. Tetapi semangat dan cita-cita untuk melawan dominasi asing di Nusantara terus tertanam pada jiwa Sultan Agung dan para pengikutnya. Sayangnya semangat ini tidak diwarisi oleh raja-raja pengganti Sultan Agung. Setelah Sultan Agung meninggal tahun 1645, Mataram menjadi semakin lemah sehingga akhirnya berhasil dikendalikan oleh VOC. Sebagai pengganti Sultan Agung adalah Sunan Amangkurat I. Ia memerintah pada tahun 1646 -1677.

4. Perlawanan Sultan Hasanuddin
Masyarakat Goa ingin hidup merdeka dan bersahabat kepada siapa saja tanpa hak istimewa. Masyarakat Goa senantiasa berpegang pada prinsip hidup sesuai dengan kata-kata “Tanahku terbuka bagi semua bangsa”, “Tuhan menciptakan tanah dan laut; tanah dibagikannya untuk semua manusia dan laut adalah milik bersama.” Dengan prinsip keterbukaan itu maka Goa cepat berkembang. pada tahun 1634, VOC melakukan blokade terhadap Pelabuhan Somba Opu, tetapi gagal karena perahu-perahu Makasar yang berukuran kecil lebih lincah dan mudah bergerak di antara pulau-pulau, yang ada. Kemudian kapal-kapal VOC merusak dan menangkap kapal-kapal pribumi maupun kapal-kapal asing lainnya.
Tanggal 7 Juli 1667, meletus Perang Goa. Tentara VOC dipimpin oleh Cornelis Janszoon Spelman, diperkuat oleh pengikut Aru Palaka dan ditambah orangorang Ambon di bawah pimpinan Jonker van Manipa. Kekuatan VOC ini menyerang pasukan Goa dari berbagai penjuru. Hasanuddin kemudian dipaksa untuk menandatangani Perjanjian Bongaya pada tanggal 18 November 1667, yang isinya antara lain sebagai berikut.
1.  Goa harus mengakui hak monopoli VOC
2.  Semua orang Barat, kecuali Belanda harus meninggalkan wilayah Goa
3.  Goa harus membayar biaya perang
Sultan Hasanuddin tidak ingin melaksanakan isi perjanjian itu, karena isi perjanjian itu bertentangan dengan hati nurani dan semboyan masyarakat Goa atau Makasar. Pada tahun 1668 Sultan Hasanuddin mencoba menggerakkan kekuatan rakyat untuk kembali melawan kesewenang-wenangan VOC itu. Namun perlawanan ini segera dapat dipadamkan oleh VOC. Dengan sangat terpaksa Sultan Hasanuddin harus melaksanakan isi Perjanjian Bongaya.

5. Perlawanan Kapitan Pattimura
Tindakan Belanda yang sewenang-wenang dan monopolinya yang merugikan menyebabkan Pattimura berkewajiban membebaskan rakyat Saparua Maluku. Residen Van den Berg menolak membayar harga perahu menurut kesepakatan. Hal ini berakibat menambah kemarahan rakyat. Pattimura yang juga dikenal dengan nama Thomas Matulessi menyerbu benteng Duurstede dan berhasil menguasainya dan residen Van den Berg terbunuh.
Penggantinya ialah Letkol Groot yang berpolitik licik serta berusaha memecah belah. Banyak pemimpin yang ditangkapnya sehingga kekuatan semakin lemah. Maka dalam pertempuran selanjutnya, Pattimura beserta kawan-kawannya tertangkap dan pada tanggal 16 Desember 1817 Pattimura dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung di benteng New Victoria. Perjuangannya dibantu Christina Martha Tiahahu.

6. Perang Padri
Gerakan padri didirikan oleh tiga orang ulama, yakni Haji Miskin, Haji Piambang, dan Haji Sumanik sepulang dari Tanah Suci. Ketiga ulama tersebut sangat kecewa melihat kebiasaan masyarakat Minangkabau yang telah sangat jauh dari ajaran Islam. Usaha mereka untuk memengaruhi masyarakat mendapat perlawanan keras kaum adat hingga timbullah peperangan. Berikut sebab-sebab timbulnya perang.
- Adanya perbedaan pendapat antara kaum ulama/padri dengan kaum adat. Kaum ulama terpengaruh gerakan wahabi menghendaki ajaran agama Islam berdasarkan alquran dan Hadis.
- Kaum ulama ingin memberantas kebiasan buruk yang dilakukan kaum adat, seperti berjudi, menyabung ayam, dan mabuk.
- Perebutan pengaruh antara kaum adat dan kaum ulama.
Pertempuran semula terjadi pada tahun 1825 di Minangkabau antara kaum adat dan kaum ulama. Kaum ulama dipimpin oleh Imam Bonjol. Kaum adat kemudian minta bantuan Belanda. Namun Belanda sedang terdesak, akibat perang menghadapi Pangeran Diponegoro. Maka, Belanda mengajak berunding saja dan mengakui batas wilayah kekuasaan kaum padri.
Sesudah tahun 1830, Belanda mengobarkan perang antara kaum adat melawan kaum padri, dalam hal ini Belanda membantu kaum adat. Semula pertempuran itu terjadi, tetapi setelah kaum adat sadar akan bahaya Belanda, mereka bergabung dengan kaum padri melawan Belanda sejak tahun 1832. Belanda di bawah Van den Bosch menggunakan Sistem Benteng Stelsel dan dikirimlah bantuan di bawah pimpinan Sentot Ali Basa Prawirodirjo yang kemudian memihak kepada kaum padri. Sentotpun dibuang ke Cianjur.
Kemudian Belanda menyerang kota Bonjol dan mengadakan Perjanjian Plakat Panjang (1833), yang isinya:
a. penduduk dibebaskan dari pembayaran pajak atau kerja rodi,
b. Belanda akan menjadi penengah jika timbul perselisihan antarpenduduk,
c. perdagangan dilakukan hanya dengan Belanda, dan
d. penduduk boleh mengatur pemerintahan sendiri.
Dengan siasat Benteng Stelsel, Belanda mengepung benteng Bonjol pada tanggal 25 Oktober 1937 sehingga Imam Bonjol tertangkap dan dibuang ke Cianjur. Pada tahun1854, Imam Bonjol wafat di Manado.

7. Perang Diponegoro
Sejak awal abad ke-18 Belanda memperluas daerah kekuasaannya dan berhasil menguasai sebagian besar wilayah Mataram pada tahun 1812. Pengaruh Belanda mulai menyebar di kalangan istana dan mengancam kehidupan agama Islam. Sebagai salah seorang pemimpin negara dan pemuka agama, Pangeran Diponegoro tergerak untuk melakukan perlawanan. (Sejarah Perlawanan Terhadap Belanda di Indonesia)
Sebab umum:
1) Rakyat menderita akibat pemerasan Belanda dengan menarik pajak.
2) Kaum bangsawan merasa dikurangi haknya, misalnya, tidak boleh menyewakan tanahnya.
3) Adanya campur tangan Belanda di istana, misalnya dalam pengangkatan sultan, mengubah tata cara istana, sajian sirih dihapus, dan orang Belanda duduk sejajar dengan sultan
Sebab khusus:
Pembuatan jalan melalui makam leluhur Pangeran Diponegoro tanpa seizin di Tegalrejo dianggap merupakan penghinaan sehingga Pangeran Diponegoro mengangkat senjata pada tanggal 20 Juli 1825.
Jalanya Perang
Pembantu-pembantu Pangeran Diponegoro adalah Kiai Mojo, Sentot Ali Basa Prawirodirjo, dan Pangeran Mangkubumi. Pusat pergerakan ialah di Selarong. Sistem yang dipergunakannya adalah perang gerilya dan perang sabil.
Pangeran Diponegoro juga dianggap penyelamat negara dan seorang pemimpin yang besar sehingga mendapat julukan "Sultan Abdul Hamid Erucokro Amirulmukmin Syayidin Panotogomo Kalifatulah Tanah Jawa". Pada saat itu, Belanda dipimpin Jenderal De Kock yang mempergunakan cara:
1) siasat Benteng Stelsel, di setiap daerah yang dikuasai didirikan benteng yang mempersempit gerilya Pangeran Diponegoro sehingga pasukannya terpecah-pecah;
2) mengangkat kembali Sultan Sepuh agar tidak dibenci oleh rakyat Mataram;
3) mempergunakan politik devide et impera.
Melihat sistem Belanda yang cukup berbahaya ini, Pangeran Diponegoro memindahkan markasnya ke Plered, Dekso, dan Pangasih. Daerah Pacitan dan Purwodadi juga berhasil dipertahankan. Serdadu Belanda terus digempur oleh pasukan Diponegoro sehingga 2.000 orang tentara Belanda tewas. Pada tahun 1828 – 1830 Pangeran Diponegoro menghadapi kesulitan-kesulitan.
Kenyataan tersebut tidak melemahkan Pangeran Diponegoro. Ia terus berjuang, bahkan Belanda sampai mengeluarkan sayembara: Apabila ada yang berhasil menyerahkan Pangeran Diponegoro akan mendapat uang 20.000 ringgit. Namun, tidak ada yang bersedia.
Akhirnya Belanda berhasil menangkap Pangeran Diponegoro pada tanggal 28 Maret 1830 dan dibawa ke Batavia dengan kapal "Pollaz", terus diasingkan ke Manado. Pada tahun 1834 dipindahkan ke Makassar dan akhirnya wafat pada tanggal 8 Januari 1855. Perang Diponegoro yang panjang membawa akibat sebagai berikut.
1) Wilayah Mataram Yogyakarta dan Surakarta menjadi sempit, PB VI yang ikut melawan Belanda akhirnya dibunuh di Ambon (1830).
2) Belanda memperoleh daerah Surakarta – Yogyakarta sebagai daerah yang diperas kekayaannya.
3)   Adanya sebagian cukai yang dihapus untuk mengurangi kerusuhan. 

8. Aceh Berjihad
Perang Aceh meletus pada tahun 1873 ketika terjadi pertentangan kepentingan politik dan ekonomi antara Kesultanan Aceh dan pemerintah kolonial Belanda. Belanda sudah memiliki keinginan untuk menguasai Aceh sejak tahun 1824, saat itu Aceh terkenal sebagai penghasil separuh persediaan lada di dunia. Kesempatan diperoleh ketika Inggris membiarkan Belanda menguasai Aceh daripada jatuh ke tangan Amerika Serikat atau Prancis.
Sebab umum
1) Belanda melaksanakan Pax Nederlandica.
2) Aceh merupakan daerah yang strategis bagi pelayaran dan perdagangan yang menolak campur tangan Belanda.
3) Inggris tidak akan menghalangi jika Belanda memperluas daerah ke Sumatra.
Sebab khusus
Aceh menolak terhadap penguasaan Belanda atas Sumatra, walaupun secara sepihak Belanda telah mengeluarkan Traktat Sumatra (1871) (yang memberi hak Belanda dapat berkuasa di Sumatra). Untuk menghadapinya, Aceh bersahabat dengan Turki dan Amerika Serikat.
Di Aceh terdapat dua kelompok pemimpin rakyat.
1) Golongan bangsawan yang berjiwa nasionalis (golongan teuku): Teuku Umar, Dawotsyah, Panglima Polim, Muda Bae'et, dan Teuku Leungbata.
2) Golongan ulama (golongan tengku) dipimpin Tengku Tjik Di Tiro.
Jalanya perang
1) Masa permulaan (1873 – 1884)
Belanda menyerang di bawah Kohler, tetapi Kohler sendiri tewas sehingga Belanda menarik pasukannya. Pimpinan pasukan diganti oleh Van Swietten yang berusaha membentuk pasukan jalan kaki (infateri), pasukan berkuda (kavaleri), dan pem- bangunan militer (genie). Semangat rakyat Aceh tidak kendor, bahkan Jenderal Van der Heyden tertembak sehingga buta (jenderal buta).
2) Masa konsentrasi stelsel (1884 – 1896)
Pada masa ini, Tengku Tjik Di Tiro gugur. Karena itu, Teuku Umar mengubah cara dengan berpura-pura menyerah kepada Belanda (tahun 1893). Belanda memberi penghargaan berupa uang $18.000, 800 senjata, 250 tentara, dan Teuku Umar diberi gelar Teuku Johan Pahlawan. Hal itu hanya merupakan siasat saja, Teuku Umar kembali menyerang Belanda bersama istrinya Tjoet Nja'Dien. Belanda merasa sulit menundukkan Aceh sehingga memanggil Dr. C. Snouck Hurgronje untuk meneliti budaya Aceh. Tersusunlah buku yang berjudul De Atjeher.
3) Masa akhir perlawanan (1896 – 1904)
Pada tahun 1899 di Meulaboh, Teuku Umar gugur. Perjuangannya dilanjutkan Tjoet Nja' Dien yang terus bergerilya. Karena Aceh sudah tidak berdaya, Belanda mengeluarkan Plakat Pendek yang isinya:
a) Aceh mengakui kedaulatan Belanda di Sumatra,
b) Aceh tidak akan berhubungan dengan negara asing, dan 
c) Aceh akan menaati perintah Belanda


Latihan Soal Sejarah Kelas XI

1. Berikut merupakan alasan utama/sebab khusus bangsa Eropa melakukan penjelajahan samudera, yaitu…
a. melaksanakan politik imperialisme kuno yaitu 3G
b. jatuhnya konstantinopel ke tangan kesultanan Turki Usmani
c. bangsa Barat ingin mencari dunia baru yang lebih luas
d. membuktikan teori heliosentris bahwa bumi mengelilingi matahari
e. ingin mendapatkan rempah-rempah dengan harga murah
2. Negara pelopor penjelajahan samudera yang diprakarsai oleh Paus dalam perjanjian Thordesillas adalah…
a. Inggris dan Spanyol
b. Portugis dan Inggris
c. Spanyol dan Belanda
d. Spanyol dan Portugis
e. Portugis dan Belanda
3. Motivasi kedatangan bangsa Eropa ke dunia Timur dapat diungkapkan melalui slogan…
a. Vini, vidi, Vici
b. Liberte, egalite, franternite
c. Gold, glory, gospel
d. Kolonialisme, imperialisme, merkantilisme
e. liberalisme
4. Paham yang bertujuan untuk mendapatkan tanah pemukiman atau jajahan disebut…
a. Imperialisme
b. Kapitalisme
c. Merkhantilisme
d. Komersialisme
e. Kolonialisme
5. Bangsa Belanda pertama kali datang ke Indonesia di pimpin oleh …..
a. Jacob van Neck
b. Huygen van Lischoten
c. Cornelis de Houtman
d. Cornelis Spellman
e. Jaan Pieterzoon Coen
6. Berikut merupakan alasan utama dibentuknya VOC, yaitu…
a. melakukan praktik monopoli perdagangan rempah-rempah di nusantara
b. memberikan persaingan kepada kongsi dagang Inggris EIC dan Portugis CDI
c. memudahkan menguasai nusantara dan menaklukkan penguasa lokal
d. melakukan praktik kolonialisme di nusantara untuk mengatasi ledakan penduduk
e. menghindari persaingan antar pedagang Belanda
7. Berikut yang bukan merupakan hak istimewa (Octrooi) yang dimiliki VOC adalah…
a. hak mengelola tanah di daerah kolonialis
b. hak memonopoli perdagangan
c. memiliki tentara dan mencetak mata uang sendiri
d. menyatakan peperangan dan perdamaian
e. mengadakan perjanjian dengan raja-raja setempat
8. Perhatikan data-data berikut ini!
1) memindahkan pusat pemerintahan VOC
2) mengganti nama kota Jayakarta menjadi Batavia
3) memelopori praktik kolonialisme di nusantara
tokoh yang dimaksud dalam pernyataan di atas adalah…
a. Pieter Both
b. Jaan Pieterzoon Coen
c. Antonio van Diemenn
d. Van den Bosch
e. Van Deventer
9. Kebijakan VOC yang bertujuan untuk menebang tanaman rempah-rempah agar tidak terjadi over produksi disebut….
a. ekstirpasi
b. Pelayaran hongi
c. Verplichte leverantie
d. Contingenten
e. Ocktrooi
10. Alasan utama VOC mengalami keruntuhan adalah…
a. tingginya korupsi di kalangan pegawai VOC
b. pemberian deviden meskipun sedang merugi
c. persaingan dengan EIC dan CDI
d. kewalahan menghadapi perlawanan di nusantara
e. pendudukan Perancis atas negeri Belanda
11. Tugas utama H.W. Daendels di Indonesia adalah…
a. membangun jalan raya dari Anyer sampai Panarukan
b. melaksanakan praktik kerja rodi
c. mengawasi pelaksanaan monopoli perdagangan
d. mempertahankan pulau Jawa dari serbuan Inggris
e. menjaga kewibawaan Napoleon Bonaparte
12. Untuk melaksanakan tujuannya, Daendels membuat kebijakan…
a. bangsa Belanda melaksanakan monopoli perdagangan
b. bangsa Belanda melakukan penyebaran agama kristen
c. mendirikan benteng pertahanan
d. memerintah secara diktator dan membangun jalan raya
e. membebaskan budak dan melarang perbudakan
13. Masa pemerintahan Raffles di nusantara ditandai dengan ditandatanganinya penyerahan daerah jajahan Belanda di nusantara kepada Inggris yang disebut…
a. Plakat Sumatera
b. Convention of London
c. Traktat London
d. Kapitulasi Tuntang
e. Perjanjian Bongaya
14. Salah satu prestasi Raffles di bidang ilmu pengetahuan adalah sebagai berikut, kecuali…
a. menulis buku History of Java
b. merintis pendirian Kebun Raya Bogor
c. menemukan bunga Rafflesia Arnoldi
d. menemukan Candi Borobudur
e. menghapus perbudakan dan menggagas land rent
15. Sistem tanam paksa (cultuur stelsel) merupakan sejarah kelam bangsa Indonesia pada masa kolonialisme. Sistem itu digagas oleh…
a. Van der Capellen
b. Van Deventer
c. Van den Bosch
d. Pieter Both
e. Baron van Houvell
16. Akibat sistem tanam paksa rakyat Indonesia mengalami kesengsaraan dan penderitaan. Buku karangan Multatuli yang mengisahkan penderitaan tersebut berjudul…
a. Max Havelaar
b. Als ik eens Nederlander was
c. Een ereschuld
d. The Peasant Revolt of Banten
e. Saijah dan adinda
17. Pelaksanaan politik etis digagas oleh…
a. Van der Capellen
b. Van Deventer
c. Van Den Bosch
d. De Waal
e. Baron van Houvell
18. Pelaksanaan politik etis di Indonesia terdiri dari tiga program utama, yaitu…
a. irigasi, transmigrasi, yudikasi
b. irigasi, yudikasi, edukasi
c. legislasi, yudikasi, edukasi
d. irigasi, transmigrasi, edukasi
e. legislasi, transmigrasi, edukasi
19. Politik etis sangat besar artinya bagi bangsa Indonesia, terutama dari program…
a. irigasi
b. transmigrasi
c. edukasi
d. legislasi
e. yudikasi
20. Politik etis melahirkan pemuda-pemuda terpelajar yang bersekolah di berbagai jenjang. Para pemuda tersebut kemudian membentuk organisasi pergerakan pertama di Indonesia, yaitu…
a. Budi Utomo
b. Sarekat Dagang Islam
c. Indische Partij
d. Perhimpunan Indonesia
e. Trikoro Dharmo

21. Kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1905 memiliki arti penting bagi bangsa-bangsa Asia, yaitu…
a. Jepang menjadi pemimpin Asia untuk mengusir imperialisme barat
b. gerakan modernisasi bangsa-bangsa asia oleh Jepang
c. meletusnya perang Pasifik yang didukung oleh Jepang
d. bangkitnya rasa harga diri bangsa-bangsa Asia dan memberi inspirasi
e. merajalelanya imperialisme Jepang ke seluruh Asia
22. Seorang tokoh yang melakukan berbagai lawatan untuk menggugah kesadaran nasional dan membentuk organisasi pertama di Indonesia adalah…
a. H.O.S. Cokroaminoto
b. H. Samanhudi
c. H. Agus Salim
d. Dr. Sutomo
e. Dr. Wahidin Sudirohusodo
23. Terbentuknya Budi Utomo kemudian diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional, setiap tanggal…
a. 2 Mei
b. 20 Mei
c. 2 Juni
d. 20 Juni
e. 2 Juli
24. Alasan utama didirikannya Sarekat Dagang Islam adalah…
a. untuk membantu pedagang pribumi menangkal praktik monopoli orang-orang Cina dalam perdagangan batik di Solo
b. membantu pedagang kecil memeroleh modal dagang di Surabaya
c. untuk menciptakan persaingan antar pedagang kecil dan menengah
d. memerjuangkan cita-cita perserikatan dagang di Surabaya
e. merangkul seluruh pedagang Islam untuk bersatu melawan kapitalisme di Jawa
25. Sarekat Dagang Islam kemudian digantikan namanya menjadi Sareka Islam, hal ini bertujuan seperti di bawah ini, kecuali…
a. memajukan semangat dagang bangsa
b. memajukan kecerdasan dan kehidupan rakyat menurut islam
c. menghilangkan paham keliru tentang Islam
d. mempertebal persaudaraan dan tolong menolong
e. memajukan kebudayaan Jawa dan Madura
26. Dalam perkembangannya, terjadi perpecahan dalam tubuh SI, yaitu SI merah dan SI putih. Si merah bersifat revolusioner berhaluan sosialis kiri, dipimpin oleh…
a. H.O.S Cokroaminoto
b. S.M. Kartosuwirjo
c. H. Agus Salim
d. H. Samanhudi
e. Semaun dan Darsono
27. Sarekat Dagang Islam pada akhirnya diubah namanya menjadi Sarekat Islam, berdasarkan kongres yang diselenggarakan di kota…
a. Solo
b. Surabaya
c. Semarang
d. Surakarta
e. Yogyakarta
28. Berikut ini merupakan organisasi yang dibentuk oleh Tiga Serangkai adalah…
a. Indische Partij
b. Gerakan Pemuda
c. Gabungan Politik Indonesia (GAPI)
d. Partai Komunis Indonesia (PKI)
e. Partai Nasional Indonesia (PNI)
29. Salah seorang anggota Tiga Serangkai yang memiliki nama asli Ernest Douwes Dekker adalah…
a. Suryadi Suryaningrat
b. dr.Tjipto Mangunkusumo
c. Setiabudi Danudirjo
d. Ki Hajar Dewantara
e. Radjiman Wediodiningrat
30. Dalam rangka menuangkan ide-ide perjuangan Indische Partij, maka Douwes Dekker, Suwardi Suryaningrat, dan Dr Cipto Mangunkusumo menerbitkan surat kabar yang berjudul…
a. Tjahaya Timoer
b. Persatuan Indonesia
c. Pikiran Rakyat
d. De Express dan Het Tijdschrift
e. Banteng Priangan
31. Organisasi Muhammadiyah didirikan pada tanggal 18 November 1912, oleh…
a. KH. Muhammad Darwis
b. KH. Hasyim Ashari
c. KH. Abdul Wahab Hasbullah
d. KH. Bisri Syamsuri
a. KH. Mas Alwi
32. K.H Hasyim Ashari mendirikan organisasi terkemuka di Indonesia, yaitu…
a. Muhammadiyah
b. Jami’yatul Nahdatul Ulama’
c. Masyumi
d. Majelis Islam A’la Indonesia
e. Front Pembela Islam
33. Kongres Pemuda II yang menghasilkan ikrar Sumpah Pemuda dilaksanakan pada tanggal…
a. 17 Desember 1927
b. 25 Desember 1935
c. 24-25 Desember 1939
d. 27-28 September 1928
e. 4 Juli 1927
34. Nama “Indonesia” disebut pertama kali oleh seorang warga negara Jerman, Adolf Bastian. Lalu dipopulerkan oleh…
a. Pertai Nasional Indonesia
b. Perhimpunan Indonesia
c. Perserikatan Indonesia
d. Petisi Sutarjo
e. Gabungan Politik Indonesia
35. Perjuangan rakyat indonesia melawan penjajah setelah 1908 lebih bersifat…
a. diplomatik
b. fisik
c. kedaerahan
d. tradisional
e. self help
36. Program pembaharuan yang diusung Jepang pada akhir abad 19, dicetuskan oleh…
a. Komodor Matthew Perry
b. Kaisar Tokugawa
c. Kaisar Tenno Meiji
d. Katsumoto
e. Kaisar Hirohito
37. Paham yang menyatakan bahwa dunia adalah satu keluarga, dan Jepang merupakan saudara tua, adalah…
a. Pan Asia
b. Gerakan 3A
c. Chuo Sang In
d. Hakko Ichi-U
e. Taoisme
38. Keberhasilan Jepang menguasai kawasan Asia Pasifik dan merebut Hindia Belanda, tidak terlepas dari peristiwa…
a. serangan kilat Jerman (blitzkrieg) kepada Polandia
b. serbuan Jepang ke Manchuria
c. kemenangan Jepang atas Rusia
d. serbuan Jepang ke China
e. serbuan Jepang ke Pearl Harbour, Hawaii
39. Gerakan 3A yang dilancarkan Jepang tidak mendapatkan simpati dari bangsa Indonesia, sebagai gantinya pemerintah Jepang mendirikan….
a. Fujinkai
b. Keibodan
c. Jawa Hokokai
d. PUTERA
e. Seinendan
40. MIAI masih diperbolehkan berkembang pada masa pendudukan Jepang sebab…
a. ada persamaan ajaran Islam dengan Shintoisme
b. MIAI dikenal sebagai organisasi yang sangat anti terhadap barat
c. umat Islam di Indonesia adalah masyarakat mayoritas
d. MIAI bersikap tegas
e. MIAI sebagai organisasi yang sangat setia dan mendukung Jepang dalam perang
41. Sistem kerja paksa yang berlaku pada masa pemerintahan pendudukan Jepang adalah…
a. rodi
b. cultuur Stelsel
c. seikerei
d. priangan stelsel
e. romusha
42. Untuk membantu mengatasi pertahanan Jepang dalam menghadapi Sekutu, Jepang membentuk PETA. Dibentuknya PETA bertujuan untuk…
a. melibatkan pribumi dalam mempertahankan tanah airnya
b. timbulnya golongan moderat baru
c. kekuatan semakin pecah
d. perjuangan semakin lemah
e. Jepang semakin kuat
43. Gerakan ilegal pada masa pendudukan Jepang yang aktif mencari informasi perang dunia II dan yang pertama kali mengabarkan berita kekalahan Jepang adalah…
a. golongan Sukarni
b. golongan Ahmad Subardjo
c. golongan Sutan Sjahrir
d. golongan Pemuda
e. golongan Tua
44. Tindakan Jepang yang semena-mena menyebabkan perbagai macam pemberontakan. Pemberontakan yang paling berbahaya adalah…
a. pemberontakan Aceh
b. pemberontakan KH. Zainal Mustofa
c. pemberontakan Singaparna
d. pemberontakan PETA di Blitar
e. pemberontakan Jawa Barat
45. Semakin terdesaknya Jepang di Perang Asia Timur Raya, menyebabkan pada akhirnya Jepang memberikan janji kemerdekaan kepada Indonesia, oleh…
a. Jenderal Hitoshi Imamura
b. Jenderal Kunaiki Kaiso
c. Jenderal Hideki Tojo
d. Jenderal Kumakichi Harada
e. Laksamana Maeda

Rangkuman ( Meniti Hidup dengan Kemuliaan )

1. Pengendalian diri (mujahadah an-nafs) adalah perilaku upaya untuk tetap berada dalam setiap kebaikan dan terhindar dari sifat-sifat yang dapat membianasakan dirinya, orang lain, maupun lingkungan
2. Berbaik sangka (husnuzzan) adalah sifat dimana orang lain dipandang sebagai sesusatu yang baik dan harus diperlakukan dengan baik, ekcuali jika diketahui dengan fakta bahwa orang tersebut harus diwaspadai dan diperingati
3. Persaudaraan (ukhuwwah) dalam islam dimaksudkan bukan sebatas hubungan kekerabatan karena faktor keturunan, tetapi yang dimaksud dengan persaudaraan yang diikat oleh tali aqidah (sesama muslim) dan persaudaraan karena fungsi kemanusiaan (sesama manusia makhluk Allah SWT.)
4. Dalam Q.S al-Anfal/8:72 dijelaskan bahwa perintah berhijrah setelah hijrahnya Rasulullah saw. dan kaum muslimin ke Kota Madinah dan Kota Mekah adalah berhijrah dari keburukan menuju kepada kebaikan, berjidahad dari kemelaratan menuju kepada kesejahteraan, berhijrah dari kebodohan menuju gilang-gemilang, dan sebagainya.
5. Dalam Q.S al-Hujurat/49:10 kita diperintahkan Allah SWT. Agar senantiasa menajaga dan menciptakan perdamaian, memberikan nasihat kebaikan, dan mendamaikan perselisihan saudara dengan sadara yang lain.
6.  Dalam Q.S al-Hujurat/49:12 dijelaskan perintah agar berprasangka baik (Husnuzzan) kepada setiap orang, kitapun diperintahkan menghindari dan menjauhkan diri dari berburuk sangka kepada sesama saudara kita, karena berburuk sangka akan merusak keimanan dan merusak persaudaraan
7. Contoh perilaku pengendalian diri (mujahadah an-nafs) yaitu bersabar dengan tidak membalas terhadap ejekan atau cemoohan teman yang tidak suka terhadap kita.
8. Contoh perilaku berbaik sangka (husnuzzan) yaitu menerima an menghargai pendapat teman/orang lain meskipun pendapat tersebut berlawanan dengan keinginan kita
9. Contoh perilaku persaudaraan (ukhuwwah) yaitu bergaul dengan orang lain dengan tidak memandang suku, bahasa, budaya, dan agama yang dianutnya.

Rangkuman ( Meneladani Perjuangan Rasulullah saw. di Mekah )

1. Subtansi dakwah Rasulullah saw. di Mekah
a. Kerasulan Nabi Muhammad saw. dan Wahyu Pertama
Nabi Muhammad saw. diangkat menjadi rasul pada tanggal 17 Ramadhan saat usianya 40 tahun.  Ketika itu, Nabi Muhammad saw. sedang bertahanus di Gua Hira dan datanglah Malaikat Jibril membawakan wahyu pertama kepada Nabi Muhammad saw. yaitu Surah Al-Alaq {96}1-5. Rasulullah saw. menerima ayat-ayat Al-Quran secara berangsur-angsur dalam waktu 23 tahun yang diturnkan berdasarkan kejadian-kejadian faktual yang sedang terjadi. Ayat-ayat Al-Qur’an saat itu dikumpulkan sebagai kompilasi bernama Al- Mushaf (Al-Qur’an).
b.  Ajaran-Ajaran Pokok Rasulullah saw. di Mekah
1)  Aqidah
Rasulullah saw. diutus oleh Allah Swt. untuk membawa ajaran tauhid. Itu dikarenakan oleh masyarakat Mekah yang masih larut dalam kemusyrikan. Ajaran ini adalah ajaran utama yang diemban kepada ia bersumber kepada wahyu-wahyu ilahi. Ajaran ini sangat diyakini oleh Rasulullah dan para pengikutnya dengan diyaakininya bahwa Allah akan memberikan kebahagiaan.
2)  Akhlak Mulia
Nabi Muhammad tampil sebagai orang yang mulia dihadapan smua orang. Ia adalah sosok orang yang jujur (Al Amin), suka menolong, menjaga persaudaraan, sopan,lembut, dan menghormati setiap orang. Hal ini pun diterapkan dan diajarkan kepada masyarakatnya.
2. Strategi Dakwah Rasulullah saw. di Mekah
a. Dakwah Secara sembunyi-sembunyi
Setelah Rasulullah saw. menerima wahyu yang kedua yaitu surah Al-Mudassir {74}1-7 yang berisi perintah Allah agar Rasulullah memulai kegiatan menyiarkan agama Islam. Maka untukuk menghindari keresahan dan kekacauan di masyarakat Mekah, maka Rasulullah memuali menyeru secara sembunyi-sembunyi dengan mengajak para keluarga dan sahabat serta orang-orang yang telah dikenalnya yang Ia percaya untuk masuk Islam. Adapun orang perama yang masuk islam (al-sabiqun al-awwalun) yaitu Siti Khadijah, Ali bin Abi Talib, Zaid bin Haris, dan Abu Bakar Siddiq. Dalam melakukan dakwah iini, Rasulullah saw. memakai rumahnya (Darul Arqam) sebagai tempatnya mengajarkan ilmu-ilmu tentang Islam. Mengingat saat itu Mekah masih dalam Kemusyrikan. Dakwah ini berlangsung selama 3 tahun.
b. Dakwah Secara Terang-terangan
Rasulullah memulai dakwahnya secara terang-terangan pada tehun keempat kenabiannya setelah ia menerima wahyu dari Allah Swt. yang berisi perintah kepada Rasulullah agar menyiarkan agama Islam secara terang-terangan yaitu Q.S. al-Hijr [15] : 94. Dakwah secara terang-terangan dimulai ketika Rasulullah menyerukan ayat-ayat Al-Qur’an dengan suara yang lantang kepada seluruh kaum di Mekah. Dan dengan dukungan istri dan pamannya serta para sahabat dan pengikutnya yang setia ditambah dengan keyakinan bahwa Allah selalu menyertainya, dimulailah dakwah suci ini. Dalam melaksanakan dakwah ini, Rasulullah bersama para pendukung ibelakangnya setiap hari mendapat cemohan, celaan bahkan siksaan. Terutama dari Ab Lahab dan Abu Jahal (paman Rasulullah sekaligus pemuka Quraisy).
3. Reaksi Kafir Quraisy terhadap Dakwah Rasulullah Saw.
Alasan Kafir Quaraisy menentang ajaran Rasulullah Saw. karena :
a. Kesombongan dan Keangkuhan
Bangsa Arab Jahiliah dikeanal dengan kesombongan dan keangkuhannya. Dan mereka senantiasa selalu merasa benar terutama alam hal beribadahnya.
b. Fanatisme Buta terhadap Leluhur
Karena kebiasaan yang sering dilakukan yaitu larut dalam kemusyrikan dengan menyembah berhala dan kemusyrikan lainnya, maka masyarakat Arab sangat sulit untuk menghilangkan kebiasaan tersebut mengingat mereka selama ini tetap mendapatkan nikmat dari kemusyrikannya.
c. Eksistensi dan Persaingan Kekuasaan
Mereka berfikir jika menerima ajakan Rasulullah untuk mengikuti ajaran Islam, maka  eksistensi dan kekuasaan mereka akan turun drastis karena dima Rasulullah yang merupakan pemimpin dan mereka juga emimpin. Jadi, jika mereka menerima ajakan Rasulullah, maka kekuasaan yang mereka miliki akan beralih kepada Rasulullah dan orang-orang yang pertama masuk Islam.
4. Contoh-contoh Penyiksaan Quraisy terhadap Rasulullah saw. dan Para Pengikutnya
1) Ketika Rasulullah menyer diatas bukit Safa, tiba-tiba Abu Jahal datang dan mencerca Rasulullah bersama kelompoknya.
2) Ketika Rasululah sedang melakukan tawaf, tiba-tiba datang Uqbah bin Abi Mu’in menjerat leher Rasulullah saw. dengan sorbannya dan menyeret keluar masjid.
3) Penyiksaan lain juga dilakukan oleh paman Rasulullah yaitu Abu Jahal dan istrinya yang juga tetangga dengan Rasulullah. Mereka slalu melemparkan kotoran ke rumah Rasulullah.
4) Quraisy memboikot kaum muslimin                                                                        
5. Penerapan Perilaku yang Patut diteladani dari Perjuangan Rasululah Saw.
1) Memiliki Sikap Tangguh
a.      Menggunakan waktu untuk belajar agar mendapatkan prestasi yang tinggi.
b.     Mengerjakan segala sesuatu dengan prinsip pantang menyerah.
c.      Menjalankan segala perintah agama dan menjauhi larangannya.
2) Memiliki Jiwa Berkorban
a.      Menyisihkan waktu sebaik mungkin untuk kegiatan yang bermanfaat.
b.     Mendahulukan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi.
c.      Menyisihkan sebagian harta untuk membantu orang lain yang membutuhkan.

Rangkuman ( Al-Qur’an dan Hadis adalah Pedoman Hidupku )

1. Al-Qur’an berasal dari kata qara’a – yaqra’u – qirā’atan – qur’ānan, yang berarti sesuatu yang dibaca atau bacaan. Dari segi istilah, al-Qur’ān adalah Kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. dalam bahasa Arab, yang sampai kepada kita secara mutawattir, ditulis dalam mus¥af, dimulai dengan surah al-Fatihah dan diakhiri dengan surah an-Nas, membacanya berfungsi sebagai ibadah, sebagai mukjizat Nabi Muhammad saw. dan sebagai hidayah atau petunjuk bagi umat manusia. Allah Swt.
2. Kedudukan al-Qur’an sebagai sumber hukum Islam, al-Qur’ān memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Ia merupakan sumber utama dan pertama sehingga semua persoalan harus merujuk dan berpedoman kepadanya.
3. Para ulama mengelompokkan hukum yang terdapat dalam al-Qur’an dalam tiga bagian, yaitu sebagai berikut, 1) Akidah atau Keimanan, 2)Syari’ah atau Ibadah, 3) Akhlak atau budi pekerti
4. Secara bahasa hadis berarti perkataan atau ucapan. Menurut istilah, hadis adalah segala perkataan, perbuatan, dan ketetapan (taqrir) yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. Hadis juga dinamakan sunnah. Namun demikian, ulama hadis membedakan hadis dengan sunnah. Hadis adalah ucapan atau perkataan Rasulullah saw., sedangkan sunnah adalah segala apa yang dilakukan oleh Rasulullah saw. yang menjadi sumber hukum Islam.
5. Kedudukan Hadis sebagai Sumber Hukum Islam berada satu tingkat dibawah al-Qur’an. Artinya, jika sebuah perkara hukumnya tidak terdapt di dalam al-Qur’an yang harus dijadikan sandaran berikutnya adalah hadis tersebut.
6. Fungsi Hadis terhadap al-Qur’an dapat dikelompokkan sebagai berikut.
1) Menjelaskan ayat-ayat al-Qur’an yang masih bersifat umum
2) Memperkuat penyataan yang ada dalam al-Qur’an
3) Menerangkan maksud dan tujuan ayat
4) Menetapkan hukum baru yang tidak terdapat dalam al-Qur’an
7. Ditinjau dari segi perawinya, hadis terbagi ke dalam tiga bagian, yaitu: 1) Hadis Mutawattir, 2) Hadis Masyhur, 3) Hadis Ahad
8. Ijtihad adalah mencurahkan segenap tenaga dan pikiran secara sungguh-sungguh dalam menetapkan suatu hukum. Orang yang melakukan ijtihad dinamakan mujtahid. Ijtihad memiliki kedudukan sebagai sumber hukum Islam setelah al-Qur’an dan hadis. Artinya Ijtihad ini dilakukan jika suatu persoalan tidak ditemukan hukumanya dalam al-Qur’an dan hadis.
9. Salah satu bagian dari pembagian hukum islam adalah hukum taklifi. Hukum ini terbagi kedalam lima bagian, seperti berikut : 1) Wajib [fardhu], 2) Sunnah [mandub], 3) Haram [tahrim], 4) Makruh [karahah], 5) Mubah [al-ibahah]
10. Merealisasikan dan menrapkan hukum-hukum Islam dalam kehidupan akan membawa  manfaat besar bagi kehidupan manusia.

Rangkuman ( Mempertahankan Kejujuran sebagai Cermin Kepribadian )

1. Jujur (as-sidqu) adalah mengatakan sesuatu sesuai dengan kenyataan, sedangkan dusta (al-kazibu) adalah mengatakan sesuatu tidak sesuai dengan kenyataan.
2. Imam al-Gazali memabagi sifat jujur atau benar (siddiq) menjadi 3 yaitu 1) Jujur dalam niat atau berkehendak, 2) Jujur dalam perkataan(lisan), 3)Jujur dalam perbuatan/amaliah
3. Kejujuran merupakan petunjuk dan jalan menuju surga Allah Swt. sedangkan dusta adalah petunjuk dan jalan menuju neraka.
4. Jujur adalah sikap yang tulus dalam melaksanakan sesuatu yang diamanatkan, baik berupa harta maupun tanggung jawab. Orang yang melaksanakan amanat disebut al-Amin, yakni orang yang terpercaya, jujur, dan setia. Dinamai demikian karena segala sesuatu yang diamanatkan kepadanya menjadi aman dan terjamin dari segala bentuk gangguan, baik yang datang dari dirinya sendiri maupun dari orang lain.
5. Jujur adalah sifat para nabi dan rasul Allah Swt., sedangkan bohong atau dusta adalah ciri atau sifat orang-orang munafik.
6. Kejujuran akan menciptakan ketenangan, kedamaian, keselamatan, kesejahteraan, dan kenikmatan lahir batin baik di dunia maupun di akhirat kelak. Sementara, kedustaan menimbulkan kegoncangan, kegelisahan, konflik sosial, kekacauan, kehinaan, dan kesengsaraan lahir dan batin baik di dunia apalagi di akhirat.
7. Diperbolehkan dusta hanya untuk tiga hal saja, yaitu ketika seorang istri memuji suaminya atau sebaliknya. Ketika seseorang yang akan mencelakai orang yang tidak bersalah dengan mengatakan bahwa orang yang dicari tidak ada. Ketika ucapan dusta untuk mendamaikan dua orang yang sedang bertikai agar damai dan rukun kembali.
8. Penerapan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat misalnya seperti berikut.
 1) Meminta izin atau berpamitan kepada orang ketika akan pergi ke mana pun.
2) Mengembalikan uang sisa belanja meskipun kedua orang tua tidak mengetahuinya.
3) Melaporkan prestasi hasil belajar meskipun dengan nilai yang kurang memuaskan.
4) Tidak memberi atau meminta jawaban kepada teman ketika sedang ulangan atau ujian sekolah.
5) Mengembalikan barang-barang yang dipinjam dari teman atau orang lain meskipun barang tersebut tampak tidak begitu berharga
6)Membayar sesuatu sesuai harga yang telah disepakati