Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Juni 2018

Rangkuman Kerajaan Kediri

- Sejarah Berdirinya Kerajaan Kediri diawali dengan perintah Raja Airlangga yang membagi kerajaan menjadi dua bagian, yakni Jenggala (Kahuripan) dan Panjalu (Kediri) yang dibatasi dengan Gunung Kawi dan Sungai Brantas. Tujuannya supaya tidak ada pertikaian. Kerajaan Panjalu (Kediri) meliputi, Kediri, Madiun, dan Ibu Kotanya Daha.

- Raja-raja yang berkuasa pada Kerajaan Kediri:
1. Shri Jayawarsa Digjaya Shastraprabu
2. Kameshwara
3. Jayabaya
4. Prabu Sarwaswera
5. Prabu Krhoncharyadipa
6. Srengga Kertajaya
- Kerajaan Kediri mencapai puncak kejayaan ketika masa pemerintahan Raja Jayabaya. Daerah kekuasaannya semakin meluas yang berawal dari Jawa Tengah meluas hingga hampir ke seluruh daerah Pulau Jawa. Selain itu, pengaruh Kerajaan Kediri juga sampai masuk ke Pulau Sumatera yang dikuasai Kerajaan Sriwijaya.
- Keadaan politik pemerintahan dan keadaan masyarakat di Kediri ini dicatat dalam berita dari Cina, yaitu dalam kitab Ling-Wai-tai-ta yang ditulis oleh Chou K’u-fei pada tahun 1178 dan pada kitab Chu-fan-chi yang disusun oleh Chaujukua pada tahun 1225.
 
- Keadaan ekonomi sangat baik karena Kediri merupakan kerajaan agraris dan maritim. Masyarakat yang hidup di daerah pedalaman bermata pencaharian sebagai petani. Masyarakat yang berada di daerah pesisir hidup dari perdagangan dan pelayaran.
- Kondisi sosial & budaya masyarakat Kediri sudah teratur. Penduduknya sudah memakai kain sampai di bawah lutut, rambut diurai, serta rumahnya bersih dan rapi. Dalam perkawinan, keluarga pengantin wanita menerima maskawin berupa emas. Orang-orang yang sakit memohon kesembuhan kepada dewa dan Buddha.
- Bukti bahwa Kerajaan Kediri telah menerima dan memeluk ajaran agama dapat kita lihat pada sejarah peninggalan Kerajaan Kediri, seperti karya sastra, arca, patung, prasasti, dan berbagai bangunan untuk pemujaan seperti candi. Dari hal itu kita dapat menyimpulkan bahwa kerajaan Kediri menganut agama Buddha dan Hindu.
- Kerajaan Kediri runtuh pada masa pemerintahaan Raja Kertajaya, dimana terjadi pertentangan antara raja dengan Kaum Brahmana. Raja Kertajaya dianggap melanggar agama dengan memaksakan mereka menyembah kepadanya sebagai dewa. Kaum Brahmana meminta pertolongan kepada Ken Arok, pemimpin daerah Tumapel yang ingin memisahkan diri dari Kediri. Kemudian terjadilah perang antara rakyat Tumapel yang dipimpin Ken Arok dengan Kerajaan Kediri. Akhirnya pada tahun 1222 Masehi, Ken Arok berhasil mengalahkan Kertajaya dan Kerajaan Kediri menjadi wilayah bawahan Tumapel atau Singhasari.

Rangkuman Sejarah Indonesia

1. Pengertian integrasi politik 

Integrasi politik sebagai sebuah proses di mana sekelompok masyarakat, yang pada awalnya diorganisasikan dalam dua atau lebih negara bangsa yang mandiri, bersama-sama mengangkat sebuah keseluruhan politik yang dalam beberapa pengertian dapat digambarkan sebagai sebuah ‘community

2. Makna integrasi nusantara

Integrasi yang dimaksud disini adalah kesatuan dan persatuan negara. Secara umum, integrasi nasional mencerminkan proses persatuan orang-orang dari berbagai wilayah yang berbeda, atau memiliki berbagai perbedaan baik suku, budaya, dan berbagai latar belang ekonomi.

3. Penyebab disintegrasi majapahit

1. Tidak ada pembentukan pimpinan baru (tidak ada kaderisasi).

2. Gajah Mada sebagai Patih Amangkubumi memegang segala jabatan yang penting.Ia tidak memberi kesempatan generasi penerus untuk tampil, sehingga setelah meninggalnya Gajah Mada tidak ada penggantinya yang cakap dan berpengalaman.

3. Perang saudara melemahkan kekuatan

4. Kelemahan pemerintahan pusat akibat perang saudara mengakibatkan kemunduran ekonomi Majapahit.

5. Masuk dan tersiarnya agama Islam. Adipati dan daerah pesisir pantai daerah pedalaman yang beragama Islam merasa tidak terikat oleh kekuasaari Kerajaan Majapahit, sehingga mereka tidak taat dan setia kepada penguasa yang beragama Hindu.

4. Pengertian akulturasi dan asimilasi serta sinkritisme

-akulturasi : proses sosial yang timbul akibat suatu kebudayaan menerima unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri. ex: candi

-asimilasi : proses ke arah peleburan kebudayaan sehinggamasing-masing pihak merasakan adanya kebudayaan baru yang tunggal dan milik bersama.

-sinkritisme : perpaduan dari beberapa pagam atau aliar -aliran agama tau kepercayaan

5. Bukti awal perpaduan budaya indonesia dengan india

Pengaruh kebudayaan India dalam kebudayaan Indonesia tampak pada:

- Seni Bangunan

Akulturasi dalam seni bangunan tampak pada bentuk bangunan candi.

Contohnya:

- Candi Kidal (di Malang), merupakan tempat Anusapati di perabukan.

- Candi Jago (di Malang), merupakan tempat Wisnuwardhana di perabukan.

- Candi Singosari (di Malang) merupakan tempat Kertanegara diperabukan.

Di atas makam sang raja biasanya didirikan patung raja yang mirip (merupakan perwujudan) dengan dewa yang dipujanya. Hal ini sebagai perpaduaan antara fungsi candi di India dan tradisi pemakaman dan pemujaan roh nenek moyang di Indonesia.Sehingga, bentuk bangunan candi di Indonesia pada umumnya adalah punden berundak, yaitu bangunan tempat pemujaan roh nenek moyang.

Contoh ini dapat dilihat pada bangunan candi Borobudur.

6. Wujud akulturasi buddy indonesia hindu dalam seni sastra

Pengaruh India membawa perkembangan seni sastra di Indonesia.Seni sastra waktu itu ada yang berbentuk prosa dan ada yang berbentuk tembang (puisi).Berdasarkan isinya, kesusasteraan dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu tutur (pitutur kitab keagamaan), kitab hukum, dan wiracarita (kepahlawanan).Bentuk wiracarita ternyata sangat terkenal di Indonesia, terutama kitab Ramayana dan Mahabarata.Berkembangnya karya sastra terutama yang bersumber dari Mahabarata dan Ramayana, melahirkan seni pertunjukan wayang kulit (wayang purwa).Pertunjukan wayang kulit di Indonesia, khususnya di Jawa sudah begitu mendarah daging.Isi dan cerita pertunjukan wayang banyak mengandung nilai-nilai yang bersifat edukatif (pendidikan).Cerita dalam pertunjukan wayang berasal dari India, tetapi wayangnya asli dari Indonesia.Seni pahat dan ragam luas yang ada pada wayang disesuaikan dengan seni di Indonesia.Di samping bentuk dan ragam hias wayang, muncul pula tokoh-tokoh pewayangan yang khas Indonesia.Misalnya tokoh tokoh punakawan seperti Semar, Gareng, dan Petruk.Tokoh-tokoh ini tidak ditemukan di India.Perkembangan seni sastra yang sangat cepat didukung oleh penggunaan huruf pallawa, misalnya dalam karya-karya sastra Jawa Kuno.Pada prasasti-prasasti yang ditemukan terdapat unsur India dengan unsur budaya Indonesia.Misalnya, ada prasasti dengan huruf Nagari (India) dan huruf Bali Kuno (Indonesia).

7. Sistem kalender pada masa hindu buddha 

Sistem penanggalan (kalender) Hindu-Budha turut berpengaruh dalam kebudayaan Indonesia, yaitu digunakannya kalender Saka di Indonesia, juga ditemukan candrasangkala dalam usaha memperingati suatu peristiwa dengan tahun atau kalender Saka. Tahun Saka dimulai tahun 78 M. Kalender Saka merupakan kalender dari India yang digunakan di Indonesia.Penggunaan kalender Saka ditemukan dalam prasasti Talang Tuo (adalah prasasti yang menjelaskan mengenai keberadaan Kerajaan Sriwijaya di Sumatra) yang berangka tahun 606 Saka (686 M).Prasasti tersebut menggunakan huruf pallawa dan bahasa melayu kuno.Dua contoh prasasti tersebut merupakan wujud akulturasi kebudayaan Indonesia dan Hindu-Budha.

8. Poin pending dari isi kitab negarakertagama

Isi dari kitab Negarakertagama merupakan uraian sejarah dari Kerajaan Singasari dan Majapahit dan ternyata sesuai dengan prasasti-prasasti yang ditemukan. Di dalamnya terdapat pula uraian tentang kota Majapahit, jajahan-jajahan Majapahit, perjalanan Raja Hayam Wuruk si sebagian Jawa Timur yang dijalin dengan daftar candi-candi yang ada, upacara craddha yang dilakukan untuk roh Gayatri dan tentang pemerintahan serta keagamaan dalam jaman Hayam Wuruk. Negarakertagama merupakan karya Prapanca tahun 1365 Masehi.

9. Alasan agama Hindu-Budha diterima dengan lapang dada oleh bangsa Indonesia:

1. Indonesia belum mengenal agama sehingga agama Hindu-Budha dianggap baik.

2.Upacara-upacara sakral agama Hindu-Budha mirip dengan budaya animisme dan dinamisme bangsa Indonesia. contoh: selamatan, kegiatan nyekar.

3. Sifat dasar bangsa Indonesia yang ramah.

10. Bukti budaya hindu di indonesia

1. Banyak penduduk yang memeluk agama Hindu setelah para pendatang dari India memperkenalkan agama Hindu.

2. Masyarakat Indonesia dahulu tidak mengenal sistem kerajaan. Sistem pemerintahan yang ada pada waktu itu adalah pemerintahan desa yang dipimpin oleh kepala suku. Kedudukan sebagai kepala suku tidak diwariskan secara turun-temurun. Karena pengaruh agama Hindu, sistem pemerintahan desa diganti menjadi sistem kerajaan.

3. Adanya hasil kebudayaan khas India seperti bangunan candi, seni pahatan patung, seni relief, dan seni sastra. Dalam bidang sastra kebudayaan India memperkenalkan budaya baca tulis dalam huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta.

11. Pendapat ahli mengenai masuknya islam di indonesia

1. Hoesein Djajadiningrat: Islam masuk ke Nusantara melalui Iran (Persia). Buktinya adalah ejaan dalam tulisan Arab. Barisan diatas, dibawah, dan baris didepan disebut jabar (Zabar) dan pes (pjes). Istilah itu berasal dari bahasa Iran, sedangkan menurut bahasa Arab , ejaannya adalah fathah, kasroh dan dhommah. Begitu pula huruf sin yang tidak bergigi, sedangkan huruf sin dari bahasa Arab adalah bergigi. Selain itu, pemakaian gelar Syah yang biasa dipakai di Persia, juga pernah dipergunakan oleh Raja Malaka pada abad ke 15.

2. Soetijto Wirjosoeparto: Islam masuk ke Nusantara melalui Gujarat, India. Hal itu dibuktikan dengan salah satu makam raja Islam di Samudra Pasai, Aceh Utara yang nisannya terbuat dari marmer buatan Gujarat.

3. Snouck Hurgronye dan Moquette dari Belanda: Islam masuk ke Nusantara melalui Gujarat, India. Teori ini didasarkan pada kenyataan bahwa berbagai batu nisan diberbagai tempat di Nusantara, termasuk makam Maulana Malik Ibrahim di Gresik, mempunyai bentuk yang sama dengan batu nisan di Cambay Gujarat, India.

4. Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka): Islam masuk ke Nusantara melalui Mesir dan Mekkah. Teorinya didasarkan pada sebagian besar rakyat Indonesia memeluk Islam bermadzhab Syafi’I, seperti yang banyak dianut oleh penduduk Mesir. Selain itu, gelar yang dipakai oleh raja – raja Samudra Pasai adalah gelar raja – raja Mesir, yaitu Al Malik.

5. Alwi Shihab: Islam pertama kali masuk ke Nusantara pada Abad pertama Hijriyah (Abad ke -7) dibawa oleh pedagang – pedagang Sufi – Muslim Arab yang memasuki Cina lewat Jalur – jalur bagian barat. Kesimpulan itu didasarkan berita Cina dari Periode Dinasti Tang yang menyatakan adanya pemukiman Sufi Arab di Cina yang penduduknya di Izinkan oleh penguasa untuk sepenuhnya menikmati kebebasan beragama. Cina yang dimaksudkan dalam berita itu adalah gugusan pulau – pulau di Timur jauh, termasuk kepulauan Indonesia. Jadi, jalur awal penyebaran Islam di Indonesia bukanlah dari jalur Arab, India dan Persia, melainkan dari Arab langsung.

12. Penyebaran Islam menurut Tome Pires

Menurut tome pires berkeyakinan bahwa islam berasal dari benggal (bangladesh sekarang). Tome pires berpendapat bahwa kebanyakan orang terkemuka di pasai adalah orang banggali atau keturunan mereka.

13. Dasar lahirnya teori China

Teori Cina mengatakan bahwa proses kedatangan Islam ke Indonesia (khususnya di Jawa) berasal dari para perantau Cina. Orang Cina telah berhubungan dengan masyarakat Indonesia jauh sebelum Islam dikenal di Indonesia. Pada masa Hindu-Buddha, etnis Cina atau Tiongkok telah berbaur dengan penduduk Indonesia—terutama melalui kontak dagang. Bahkan, ajaran Islam telah sampai di Cina pada abad ke-7 M, masa di mana agama ini baru berkembang.

14. Pendapat para ahli mengenai masuknya Islam di Indonesia

Teori gujarat adalah teori masuknya Islam ke Indonesia yang pertama kali dikemukakan oleh Snouck Hurgronje dan J. Pijnapel. Dalam teori ini disebutkan bahwa Islam di Indonesia sebetulnya berasal dari Gujarat, India dan mulai masuk sejak abad ke 8 Masehi. Islam masuk ke Indonesia melalui wilayah-wilayah di anak benua India, seperti Gujarat, Bengali, dan Malabar. Para ahli yang mendukung teori Gujarat lebih memusatkan perhatiannya pada saat timbulnya kekuasaaan politik isnlam yaitu danya kerajaan Samudra Pasai.

15. Dasar teori Persia

Peringatan 10 Muharram atau Asyura atas meninggalnya Hasan dan Husein cucu Nabi Muhammad, yang sangat di junjung oleh orang Syiah/Islam Iran. Di Sumatra Barat peringatan tersebut disebut dengan upacara Tabuik/Tabut. Sedangkan di pulau Jawa ditandai dengan pembuatan bubur Syuro.

- Kesamaan ajaran Sufi yang dianut Syaikh Siti Jennar dengan sufi dan Iran yaitu Al-Hallaj.

- Penggunaan istilah bahasa Iran dalam system mengeja huruf Arab untuk tanda- tanda bunyi Harakata.

- Ditemukannya makam Maulana Malik Ibrahim tahun1419 di Gresik.

- Adanya perkampungan Leren/Leran di Giri daerah Gresik. Leren dalah nama salah satu pendukung teori ini yaitu Umar Amir Husen dan P.A. Hussein Jayadininingrat

16. Mengapa Samudra Pasai diserambi Mekkah?

Kehidupan Sosial Masyarakat kerajaan Samudera Pasai diatur  berdasarkan ajaran  Islam atau hukum  Islam. Dalam  Pelaksanaanya terdapat banyak persamaan dengan  kehidupan Sosial Masyarakat arab.   Hal itu disebabkan oleh pengaruh dari para pedagang Islam  dari Persia, Arab,  dan India yang sejak  abad ke 7 dan abad ke 8 telah  singgah di Samudra Pasai.  Karena kehidupan  sosial kerajaan Samudra Pasai mempunyai banyak persamaan dengan kehidupan sosial masyarakat Arab,  Sehingga daerah itu  mendapat julukan Serambi Mekah.

17. Tokoh yang menyebarkan Islam di Kalimantan

Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dan Syekh Muhammad Nafis.

18. Sebab Malaka menjadi pusat pertumbuhan Islam

Para pedagang Arab dan Gujarat yang singgah di Selat Malaka menyiarkan agama Islam.

19. Bukti masuknya Islam di Aceh

Hampir semua ahli sejarah menyatakan bahwa dearah Indonesia yang mula-mula di masuki Islam ialah daerah Aceh. Berdasarkan kesimpulan seminar tentang masuknya Islam ke Indonesia yang berlangsung di Medan pada tanggal 17 – 20 Maret 1963, yaitu: Islam untuk pertama kalinya telah masuk ke Indonesia pada abad ke-7 M, dan langsung dari Arab. Daerah yang pertama kali didatangi oleh Islam adalah pesisir Sumatera, adapun kerajaan Islam yang pertama adalah di Pasai. Dalam proses pengislaman selanjutnya, orang-orang Islam Indonesia ikut aktif mengambil peranan dan proses penyiaran Islam dilakukan secara damai. Keterangan Islam di Aceh, ikut mencerdaskan rakyat dan membawa peradaban yang tinggi dalam membentuk kepribadian bangsa Indonesia.

Masuknya Islam ke Aceh ada yang mengatakan dari India, dari Persia, atau dari Arab. Dan jalur yang digunakan adalah:

- Perdagangan, yang mempergunakan sarana pelayaran.

- Dakwah, yang dilakukan oleh mubaligh yang berdatangan bersama para pedagang, para mubaligh itu bisa dikatakan sebagai sufi pengembara.

- Perkawinan, yaitu perkawinan antara pedagang muslim, mubaligh dengan anak bangsawan Indonesia, yang menyebabkan terbentuknya inti sosial yaitu keluarga muslim dan masyarakat muslim.

- Pendidikan. Pusat-pusat perekonomian itu berkembang menjadi pusat pendidikan dan penyebaran Islam.

- Kesenian. Jalur yang banyak sekali dipakai untuk penyebaran Islam terutama di Jawa adalah seni.

Ada dua faktor penting yang menyebabkan masyarakat Islam mudah berkembang di Aceh, yaitu:

- Letaknya sangat strategis dalam hubungannya dengan jalur Timur Tengah dan Tiongkok.

- Pengaruh Hindu – Budha dari Kerajaan Sriwijaya di Palembang tidak begitu berakar kuat dikalangan rakyat Aceh, karena jarak antara Palembang dan Aceh cukup jauh.

20. Bentuk silang budaya islam di Indonesia

Indonesia secara tepat digambarkan Bung Karno sebagai “taman sari dunia”.Sebagai “negara kepulauan” terbesar di dunia, yang membujur di titik strategis persilangan antarbenua dan antarsamudera, dengan daya tarik kekayaan sumberdaya yang berlimpah, Indonesia sejak lama menjadi titik-temu penjelajahan bahari yang membawa berbagai arus peradaban.

Menurut Denys Lombard (1996: I, 1), “Sungguh tak ada satu pun tempat di dunia ini—kecuali mungkin Asia Tengah—yang, seperti Nusantara, menjadi tempat kehadiran hampir semua kebudayaan besar dunia, berdampingan atau lebur menjadi satu.” Dia melukiskan adanya beberapa ‘nebula sosial-budaya’ yang secara kuat mempengaruhi peradaban Nusantara (secara khusus Jawa): Indianisasi, jaringan Asia (Islam dan China), serta arus pembaratan.

Pengaruh Indianisasi (Hindu-Budha) mulai dirasakan pada abad ke-5, bersama kemunculan dua kerajaan yang terkenal, Kerajaan Mulawarman di Kalimantan Timur dan Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat sebagai pengikut setia Wisnu, yang kemudian berkembang secara luas dan dalam hingga seribu tahun kemudian (abad ke-15), terutama di Sumatra, Jawa dan Bali. Struktur konsentris kosmologi India berpengaruh pada mentalitas orang-orang di wilayah tersebut, terlebih di Jawa dan Bali, seperti tampak pada cara berfikir dan sistem tata susila, juga dalam upacara-upacara dan ungkapan seni.

Pengaruh Islamisasi mulai dirasakan secara kuat pada abad ke-13, dengan kemunculan kerajaan-kerajaan Islam awal seperti Kerajaan Samudera-Pasai di sekitar Aceh. Dari ujung Barat Nusantara, pengaruh Islam secara cepat meluas ke bagian Timur meresapi wilayah-wilayah yang sebelumnya dipengaruhi Hindu-Budha, yang akselarasinya dipercepat justru oleh penetrasi kekuatan-kekuatan Eropa di Nusantara sejak abad ke-16. Kehadiran Islam membawa perubahan penting dalam pandangan dunia (world view) dan etos masyarakat Nusantara, terutama, pada mulanya, bagi masyarakat wilayah pesisir. Islam meratakan jalan bagi modernitas dengan memunculkan masyarakat perkotaan dengan konsepsi ‘kesetaraan’ dalam hubungan antarmanusia, konsepsi ‘pribadi’ (nafs, personne) yang mengarah pada pertanggungjawaban individu, serta konsepsi waktu (sejarah) yang ‘linear’, menggantikan konsepsi sejarah yang melingkar (Lombard, 1996: II, 149-242).

Pengaruh China hampir bersamaan dan saling meresapi (osmosis) dengan pengaruh Islam, yang mulai dirasakan setidaknya sejak abad ke-14 (zaman Dinasti Ming di China), ketika imigran-imigran baru dari Fujian dan Guangdong tiba di Nusantara, dan segera membaur ke dalam struktur sosial-budaya yang ada tanpa hambatan berarti (Coppel, 1983). Kehadiran anasir China berperan penting dalam memperkenalkan dan mengembangkan teknik produksi berbagai komoditi (gula, arak dan lain-lain), pemanfaatan laut untuk perikanan, pembudidayaan tiram dan udang, dan pembuatan garam, pengadopsian teknik serta perlengkapan perdagangan, gaya hidup  (arsitektur, perhiasan, hiburan,  tontonan, beladiri, dan romannya), peran sosial-budaya klenteng serta keterlibatan ulama keturunan China dalam proses Islamisasi (Lombard, 1996: II, 243-337). 

Pengaruh pembaratan diperkenalkan oleh kehadiran Portugis pada abad ke-16, disusul oleh Belanda dan Inggris.Tetapi aktor utamanya tak pelak lagi adalah Belanda. Sejak kedatangan armada pertama Belanda di bawah pimpinan Cornelis de Houtman pada 1596, yang disusul oleh operasi ’Serikat Perseroan Hindia Belanda’ (VOC) sejak 1602, secara berangsur proses pembaratan mulai dirasakan. Dengan jatuhnya VOC pada tahun 1799,  hegemoni atas Hindia diserahkan dari ‘perusahaan-swasta-kolonial’ kepada imperium negara-kolonial. Negara kolonial Belanda mulai menancapkan pengaruhnya setelah kekuasaan sementara Inggris selama perang Napoleon (1811-1816).

Sejak itu, sebagian besar kepulauan Nusantara secara berangsur dan berbeda-beda diintegrasikan ke dalam satu wilayah kekuasaan kolonial, yang mentransformasikan pusat-pusat kekuasaan yang terpencar ke dalam suatu negara kesatuan kolonial.  Intensifikasi proses pembaratan terjadi selama masa rezim ‘Liberal’ pada paruh kedua abad ke-19 yang dilanjutkan oleh rezim ‘Politik Etis’ pada awal ke-20 (Latif, 2005).

Pengaruh pembaratan membawa mentalitas modern yang telah dibuka oleh pengaruh Islam menuju perkembangan yang lebih luas dan dalam. Pada bidang sosial-ekonomi, pengaruh Barat memunculkan sistem perkebunan, perusahaan dan perbankan modern, pemakaian besi, perkembangan angkutan, khususnya kereta api, dan pengobatan modern. Pada bidang sosial-politik, pengaruhnya dirasakan pada modernisasi tata-kelola negara dan masyarakat, klub sosial, organisasi, dan bahasa politik modern. Pada bidang sosial-budaya, pengaruhnya tampak pada kehadiran lembaga pendidikan dan penelitian modern, perkembangan tulisan latin, percetakan dan pers, dan gaya hidup (Lombard, 1996: I).

Sedemikian ramainya penetrasi global silih berganti, sehingga Nusantara sebagai tempat persilangan jalan (carrefour) tidak pernah sempat berkembang tanpa gangguan dan pengaruh dari luar.Akan tetapi, seperti dikatakan oleh Denys Lombard (1996), situasi demikian tidak perlu dipandang sebagai kerugian.Posisi sebuah negeri pada persilangan jalan, pada titik pertemuan berbagai dunia dan kebudayaan, jika dikelola secara baik, mungkin dalam evolusi sejarahnya bisa membawa keuntungan, kalau bukan syarat untuk terjadinya peradaban agung.

21. Tokoh yang membawa islam di Lombok

Sunan Prapen

22. Peranan ternate dalam perdagangan

Tanah di Kepulauan maluku itu subur dan diliputi hutan rimba yang banyak memberikan hasil diantaranya cengkeh dan di kepulauan Banda banyak menghasilkan pala.Pada abad ke 12 M permintaan rempah-rempah meningkat, sehingga cengkeh merupakan komoditi yang penting.Pesatnya perkembangan perdagangan keluar dari maluku mengakibatkan terbentuknya persekutuan.Selain itu mata pencaharian perikanan turut mendukung perekonomian masyarakat.Kedatangan bangsa portugis di kepulauan Maluku bertujuan untuk menjalin perdagangan dan mendapatkan rempah-rempah.Bangsa Portugis juga ingin mengembangkan agama katholik.Dalam 1534 M, agama Katholik telah mempunyai pijakan yang kuat di Halmahera, Ternate, dan Ambon, berkat kegiatan Fransiskus Xaverius.

23. Isi kitab Bustamil Salatin

Pada masa tersebut, kitab inilah paling lengkap menceritakan kisah raja-raja Melayu secara universal, khususnya kerajaan Aceh Darussalam, termasuk merekam jejak perjalanan istana kerajaan Aceh dan struktural kenegaraan, yang dikarang oleh seorang ulama berasal dari negeri anak benua, Hindustan (India) bernama Syeikh Nuruddin Muhammad ibnu ‘Ali ibnu Hasanji ibn Muhammad Hamid ar-Raniri.

Berdasarkan rekaman sejarah, kitab Bustan as-Salatin menjadi perintis perdana yang mengupas tentang historikal kerajaan yang bersifat teologis sekaligus historis. Disebut teologis sebab mengurai keesaan Tuhan dan segala wujud tentang penciptaan alam semesta dan kelanjutan proses tersebut, sekaligus disebut historis karna merangkup perjalanan raja-raja Aceh. Menurut Teuku Iskandar dalam bukunya, karya Nuruddin ar-Raniry mengikuti jejak kitab karya ulama sebelumnya Bukhari al-Jauhari berjudul Taj as-Salatin, jika ditinjau dari beberapa sisi ada persamaan, namun juga terdapat banyak perbedaannya, sebab kitab Taj as-Salatin disusun lebih berat pada titik religious cultures yang ditujukan kepada raja-raja Iran (Parsi), yaitu tidak lain merupakan ilustrasi untuk konsepsi etika dalam membentuk harmoni peradaban manusia dan alam ini.

24. Kebijakan Sultan Iskandar Muda dalam Menegakkan Hukum dan Adat

Karena rakyat Aceh terdiri dan beberapa kaum dan sukee, maka Sultan Iskandar Muda mengangkat dan menetapkan pimpinan adat pada masing-masing kelompok sukee yang ada. Selain untuk menyatukan mereka pengangkatan pimpinan adat ini juga dimaksudkan untuk mempermudah penerapan berbagai program pemerintahannya.Untuk menjamin langgengnya kerajaan Aceh di bawah panji-panji persatuan, kedamaian dan kemakmuran Sultan Iskandar Muda kemudian menyusun tata negara atas empat bagian. (Ismuha: 1988, 155)

1. Segala persoalan yang menyangkut tentang adat maka kebijaksanaannya diserahkan kepada sultan, penasehat dan orang-orang besarnya.

2. Segala urusan hukum diserahkan kepada para ulama yang pada masa Syekh Nuruddin Ar-Raniry diangkat sebagai qadhi malikuladil.

3. Urusan qanun, majelis adab, sopan santun dan tertib dalarn pergaulan hidup bermasyarakat, termasuk mengenai berbagai upacara adat diserahkan kepada kebijaksanaanMaharani (Putroe Phang).

4. Sedangkan urusan reusam (pertahanan dan keamanan) berada dalam kekuasaan Panglima Kaum atau Bentara pada masing-masing daerah.

Segala kebijakan mengenai adat, hukum, qanun dan reusam itu kemudian tertuang dalam sebuah hadih maja yang hingga saat ini masih dikenal dalam masyarakat Aceh yang berbunyi :

Adat bak poteu meureuhum,hukom bak syiah kuala Meujeuleueih kanun bak putroe phang, reusam bak bentara (laksamana).

25. Dampak perjanjian giyanti dan salatiga

Giyanti: terpecah belahnya kerajaan mataram, tidak laginya berkuasanya kratonsalatiga:mempersatukan kembali kerajaan mataram.

26. Dampak politik divide at impera

Devide et impera merupakan bentuk politik yang digunakan untuk menjahjah indonesia. politik devide et impera itu adalah politik mengadu domba. dahulu indonesia banyak berdiri kerajaan kerajaan. karena kerajaan itu sangat kuat dan susah untuk di hancur kan, maka belanda menggunakan politik devide et imperanya utk mengadu domba antara kerajaan 1 dengan kerajaan yg lainnya. setelah kedua kerajaan saling menghancurkan, di situlah belanda datang untuk menyerang kembali kedua kerajaan tersebut di saat sedang sekarat. jadi dampaknya adalah, rakyat pada masa itu di buat voc menjadi saling berperang.

28. Tujuan banten menyerang palembang

Pada tahun 1596 M Kanjeng Ratu Banten memimpin pasukan Kerajaan Banten untuk menyerang Palembang.Tujuannya untuk menduduki bandar-bandar dagang yang terletak di tepi Selat Malaka agar bisa dijadikan tempat untuk mengumpulkan lada dan hasil bumi lainnya dari Sumatera. Palembang akan dikuasainya, tetapi tidak berhasil, malah Kanjeng Ratu Banten tertembak dan akhirnya wafat. Tahta kerajaan kemudian berpindah kepada putranya yang baru berumur lima bulan yang bernama Abu'Mufakir.

30. Keadaan politik di kerajaan Maluku

Di kepulauan maluku terdapat kerajaan kecil, diantaranya kerajaan ternate sebagai pemimpin Uli Lima yaitu persekutuan lima bersaudara. Uli Siwa yang berarti persekutuan sembilan bersaudara.Ketika bangsa portugis masuk, portugis langsung memihak dan membantu ternate, hal ini dikarenakan portugis mengira ternate lebih kuat.Begitu pula bangsa spanyol memihak tidore akhirnya terjadilah peperangan antara dua bangsa kulit, untuk menyelesaikan, Paus turun tangan dan menciptakan perjanjian saragosa.Dalam perjanjian tersebut bangsa spanyol harus meninggalkan maluku dan pindah ke Filipina, sedangkan Portugis tetap berada di maluku.

- Sultan Hairun

Untuk dapat memperkuat kedudukannya, portugis mendirikan sebuah benteng yang di beri nama Benteng Santo Paulo. Namun tindakan portugis semakin lama di benci oleh rakyat dan para penjabat kerajaan ternate.Oleh karena itu sultan hairun secara terang-terangan menentang politik monopoli dari bangsa portugis.

- Sultan Baabullah

Sultan baabullah (Putra Sultan Hairun) bangkit menentang portugis.Tahun 1575 M Portugis dapat dikalahkan dan meninggalkan benteng.
31. Bentuk Integrasi Kerajaan Singosari dan Majapahit di Nusantara

Singosari dan Majapahit merupakan dua kerajaan yang terletak di pulau Jawa yang mempunyai cita-cita untuk mempersatukan Nusantara.

Kertanegara seorang Raja Singosari (1268-1292) yang mencetuskan ide untuk mempersatukan Nusantara sebagai satu kesatuan geo-politik.

Sehubungan dengan gagasan persatuan Nusantara, Kertanegara melaksanakan kebijakan-kebijakan politik antara lain sebagai berikut.

1) Melaksanakan Ekspedisi Pamalayu (1275 dan 1286 M),

2) Menggalang persaudaraan dengan Kerajaan Campa, dan

3) Menguasai Bali (1284 M), Jawa Barat (1298 M), serta Pahang dan Tanjung Pura

32. Teori masuknya islam
-Teori Gujarat
Sarjana-sarjana barat mengatakan bahwa islam masuk ke kepulauan indonesia berasal dari gujarat sekitar abad ke-13 M atau abad ke-7 H. Pendapat ini mengasumsikan karena Gujarat terletak di India bagian barat, berdekatan dengan Laut Arab. Letaknya sangat strategis, berada di jalur perdagangan amtara timur dan barat.
-Teori Persia (Iran)
Hoesein Djajadiningrat mengatakan bahwa islam masuk ke indonesia dari persia karna kesamaan budaya dan tradisi yang berkembang antara masyarakat Parsi dan Indonesia. Tradisi tersebut seperti, merayakan 10 Muharram atau Asyuro sebagai hari suci kaum Syiah
-Teori Arab
Buya Hamka mengatakan bahwa islam berasal dari Arab atau Mesir. Proses ini berlangsung sekitar abad pertama hijriah atau abad ke-7 M.
Menurut Antony H. Johns, proses islamisasi dilakukan oleh para musafir yang datang ke indonesia. Kaum ini biasanya mengembara dari satu tempat ke tempat lainnya dengan motivasi hanya untuk penyebaran islam
-Teori Cina
Dihimpun dari sumber-sumber Cina oleh W. P Groeneveldt, telah menunjukkan adanya jaringan-jaringan perdagangan antara kerajaan-kerajaan di indonesia dengan berbagai negeri terutama Cina.
Dari literatur Arab, banyak sumber berita tentang perjalanan mereka ke Asia Tenggara.
Dari sumber literatur Cina, Cheng Hoo mencatat terdapat kerajaan yang bercorak islam atau kesultanan.

33. Runtuhnya Kerajaan Malaka dan Berkembangnya Kerajaan Aceh Darussala

Kesultanan Aceh mengalami masa puncak kejayaan dan berpengaruh besar pada masakepemimpinan Sultan Iskandar Muda (1607 - 1636) atau Sultan Meukuta Alam.Pada masakepemimpinannya, Aceh menaklukkan Pahang yang merupakan sumber timah utama. Padatahun 1429, kesultanan Aceh melakukan penyerangan terhadap Portugis di Melaka denganarmada yang terdiri dari 500 buah kapal perang dan 60.000 tentara laut. Serangan ini dalamupaya memperluas dominasi Aceh atas Selat Malaka dan Semenanjung Melayu.Sayangnyaekspedisi ini gagal.Kedudukan Portugis di Malaka terus – menerus mengalami ancaman danserangan, meskipun keruntuhan Malaka sebagai pusat perdagangan di Asia Tenggara baruterjadi sekitar tahun 1641 oleh VOC Belanda.Perluasan kekuasaan politik VOC sampaiBelanda pada decade abad ke 20 tetap menjadi ancaman bagi Kesultanan Aceh.

34. Pola Penyebaran Islam Di Indonesia

1. Perdagangan

Jalur ini dimungkinkan karena orang-orang melayu telah lama menjalin kontak dagang dengan orang Arab.Apalagi setelah berdirinya kerajaan Islam seperti kerajaan Islam Malaka dan kerajaan Samudra Pasai di Aceh, maka makin ramailah para ulama dan pedagang Arab datang ke Nusantara (Indonesia).Disamping mencari keuntungan duniawi juga mereka mencari keuntungan rohani yaitu dengan menyiarkan Islam.Artinya mereka berdagang sambil menyiarkan agama Islam.

2.  Pendidikan

Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan yang paling strategis dalam pengembangan Islam di Indonesia.Para da’i dan muballig yang menyebarkan Islam diseluruh pelosok Nusantara adalah keluaran pesantren tersebut.Datuk Ribandang yang mengislamkan kerajaan Gowa-Tallo dan Kalimantan Timur adalah keluaran pesantren Sunan Giri.Santri-santri Sunan Giri menyebar ke pulau-pulau seperti Bawean, Kangean, Madura, Haruku, Ternate, hingga ke Nusa Tenggara.Dan sampai sekarang pesantren terbukti sangat strategis dalam memerankan kendali penyebaran Islam di seluruh Indonesia.

3. Pernikahan

Perkawinan Dari sudut ekonomi, para pedangagang muslim memiliki status ekonomi yang lebih baik, sehingga para putri bangsawan tertarik untuk menjadi istri saudagar-saudagar itu dan sebelum nikah mereka di Islamkan dahulu.

Ada pedagang yang berasal dari luar seperti Gujarat, Persia dan Arab yang sudah lama menetap, kedudukan sosial ekonominya lebih baik lalu kemudian berinteraksi dengan penduduk setempat dan akhirnya menikah dengan gadis-gadis setempat. Sehingga dengan sendirinya, gadis-gadis tersebut masuk agama islam. Banyak contoh dari jalan ini dan sampai bisa mempengaruhi jika yang dikawini adalah anak saudagar atau anak adipati.

4. Kesenian

Penyebaran Islam di Indonesia juga menggunakan media-media kebudayaan, sebagaimana yang dilakukan oleh para wali sanga di pulau jawa.Misalnya Sunan Kali Jaga dengan pengembangan kesenian wayang.Ia mengembangkan wayang kulit, mengisi wayang yang bertema Hindu dengan ajaran Islam. Sunan Muria dengan pengembangan gamelannya.Kedua kesenian tersebut masih digunakan dan digemari masyarakat Indonesia khususnya jawa sampai sekarang.Sedang Sunan Giri menciptakan banyak sekali mainan anak-anak, seperti jalungan, jamuran, ilir-ilir dan cublak suweng dan lain-lain.

Penyebaran islam di Indonesia juga melibatkan seni budaya. Misalnya seni bangunan pada mesiji, seni pahat, seni musik, tari dan seni sastra.Dalam seni bangunan masjid, banyak ukir-ukiran masih menunjukkan motif budaya Hindu Budha.Kita bisa menyaksikan di mesjid Agung Kesepuhan Cirebon, Mesjid Demak, Mesjid Menara Kudus. Dalam seni budaya kita bisa lihat atau jumpai dalam perayaan Grebek agung di keraton Surakarta serta Jogjakarta dan cirebon. Juga dalam seni wayang dalam setiap pertunjukkannya juga diselipkan nilai-nilai islami dan pahamnya agar mudah diresapi oleh masyarakat pada saat itu

5. Tasawuf

Para pengajar tasawuf atau sufi adalah guru-guru pengembara dengan suka rela mereka manghayati, mereka juga seringkali berhubungan dengan perdagangan, mengajarkan apa yang telah bercampur dengan ajaran yang dikenal luas masyarakat Indonesia. Mereka mahir dalam hal megic dan memiliki kekuatan menyembuhkan.Di antara mereka juga ada yang menikahi gadis-gadis para bangsawan setempat.

Dengan tasawuf bentuk islam yang diajarkan kepada para penduduk pribumi mempunyai persamaan dengan alam pikiran mereka yang sebelumnya memeluk agama Hindu. Sehingga ajaran islam dengan mudah dapat diterima mereka. Di antara para sufi memberikan ajaran yang mengandung pesamaan dengan alam pikiran masyarakat Indonesia.

35. Contoh bentuk akulturasi Islam di Nusantara

- Seni bangunan
Masjid dan menara
Makam

- Seni ukir
Ukiran di mimbar masjid

- Aksara dan seni sastra
Naskah hikayat
Babad, mirip dengan hikayat
Syair
Suluk, berupa kitab berisi tasawufnya

- Kesenian
Permainan debus
Seudati
Wayang

- Kalender
Umar menetapkan 1 H bertepatan 14 September 622 M

Minggu, 04 Desember 2016

Sejarah Indonesia

Latar belakang datangnya bangsa-bangsa Barat ke Indonesia:
-Jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki Usmani (1453)
-Adanya berbagai penemuan di bidang teknologi
-Semangat melanjutkan Perang Salib.
-Pandangan bahwa bumi itu bulat
-Pandangan Marcopolo

Pelayar dari Portugis dan Rutenya
1. Bartholomeus Diaz
Berlayar dari Lisabon (ibukota Potugis) menuju ke selatan. Di tahun 1486 ia tiba di ujung selatan benua Afrika  yang dikemudian hari tempat tersebut dinamakan Tanjung Topan atau Tanjung Harapan. Dia tidak dapat melanjutkan perjalanannya dan terhenti di Tanjung Harapan.
2. Vasco da Gama
Memulai pelayaran dari Lisabon tahun 1497. Vasco da Gama bertujuan ke India melalui Tanjung Harapan, setelah melewati Tanjung Harapan, Samudera Hindia, dan Laut Arab sampailah ia di kota Calicut (Kalikut) tahun 1498. Vasco da Gama mengira ia telah sampai di daerah penghasil rempah-rempah, padahal ia keliru karena ia baru sampai di India.
3. Alfonso de Albuquerque
Memulai pelayaran dari Lisabon, melalui Tanjung Harapan, Samudera Hindia, dan Laut Arab dan sampai di India (Goa).  Dia pernah menjabat sebagai gubernur di kantor dagang Goa. Dari India, ia kemudian meneruskan pelayaran ke arah timur. Pada tahun 1511, rombongannya berhasil mencapai Malaka di Semenanjung Melayu. etahun berikutnya, tahun 1512 barulah kapal Portugis berhasil sampai di Maluku.

Pelayar dari Spanyol dan Rutenya
1. Christopher Columbus
- Pada perjalanan pertamanya, Columbus memimpin ekspedisi dengan tiga kapal, yaitu Nina (dikapteni oleh Vicente Pinzon Yáñez ), Pinta (dimiliki dan kapten oleh Martin Alonzo Pinzon ) serta Santa Maria dikapteni olehnya. Mereka berlayar pada 3 Agustus 1492 dari Palos, Spanyol.Pada tanggal 11 Oktober 1492,mereka melihat pulau-pulau Karibia di tenggara Amerika Utara. Mereka mendarat di sebuah pulau yang mereka sebut Guanahani, tapi Columbus kemudian menamainya San Salvador. Santa Maria rusak dan kapten kapal Pinta berlayar sendiri untuk mencoba menyaingi Columbus.Akhirnya Columbus kembali ke Spanyol di Nina, tiba pada 15 Maret 1493.
- Pada ekspedisi kedua yang lebih besar Columbus berlayar dengan 17 kapal dan 1.200 sampai 1.500 orang untuk menemukan emas dan menangkap Indian sebagai budak di Hindia. Columbus mendirikan pangkalan di Hispaniola dan berlayar di sekitar Hispaniola dan sepanjang selatan Kuba. Pada saat itu dia melihat pulau Domnika.
- Pada ekspedisi ketiga Columbus berlayar lebih jauh ke selatan,yaitu ke Trinidad dan Venezuela (termasuk mulut Sungai Orinoco).Tercatat Columbus adalah orang Eropa pertama sejak Viking Leif Ericsson yang menginjakkan kaki di daratan Amerika.
- Pada ekspedisi keempat dan terakhir (9 Mei 1502-7 Nov 1504), Columbus berlayar ke Meksiko, Honduras dan Panama (Amerika Tengah) dan Santiago (Jamaika).
2. Amerigo Vespucci
Namanya diabadikan ke dalam nama Benua Amerika. Amerigo Vespucci memiliki nama latin Americus Vespucius, ia adalah salah satu pelaut yang menjadi anggota dari ekspedisi Marco Polo yang mengarungi pantai timur Amerika Selatan.
3. Ferdinand Magellan
Ia berangkat melalui samudera Atlantik. Setelah melewati ujung Amerika Selatan, ia masuk ke Samudera Pasifik. Yang pada akhirnya Ia tiba di Filipina pada tahun 1521. Dan terbunuh di Filipina
4. Sebastian del Cano
Cano adalah pengganti Magellan. Setelah berhasil kabur dari Kepulauan Massava, Cano kembali ke Spanyol. Dalam perjalanan kembali ke Spanyol, mereka singgahdi Tidore. Sejak saat itu, terjalin kerja sama antara Spanyol dan Tidore. Dialah yang pertama kalinya mengelilingi Dunia
5. Ferdinand Cortez
Memulai pelayaran menuju daerah Amerika Tengah tahun 1519. Cortez lah yang berhasil menaklukkan suku Indian Aztec yang ada di Meksiko dan suku Indian Maya yang ada di Semenanjung Yucatan.

Pelayar dari Belanda dan Rutenya
1. Barentz
Melakukan pelayaran guna mencari jalan menuju Asia dengan melalui jalur ke Kutub Utara. Dia menemukan pulau Novaya Zemlya. Untuk mengenang pelayarannya laut yang menjadi jalur pelayarannya dijadikan sama dengan namanya yaitu Laut Barents.
2. Cornelis De Houtman
Menempuh jalur pelayaran bangsa Portugis. Setelah melewati semenanjung Harapan, samudra Hindia dan selat Malaka, rombongan Cornelis de Houtman sampai di pelabuhan Banten pada tahun 1596 masehi. Dari Banten Cornelis de Houtman melanjutkan pelayarannya kearah Indonesia bagian timur, untuk memperoleh rempah-rempah. Mereka singgah di Madura, Bali, kemudian berlayar kearah utara sehingga sampai di kepulauan Maluku pada tahun 1598 masehi.

VOC
VOC adalah kongsi dagang asal Belanda yang memonopoli aktivitas perdagangan di Asia dan menyatukan perdagangan rempah-rempah dari wilayah timur.
Latar belakang berdirinya VOC :
- Keinginan untuk memonopoli perdagangan.
- Menghilangkan persaingan antar pedagang Belanda dan Eropa
Hak Octroi / Hak Istimewa VOC :
1.Hak monopoli perdangangan
2.Mencetak dan mengedarkan uang
3.Mengangkat dan memberhentikan pegawai
4.Mengadakan perjanjian dengan raja-raja
5.Memiliki tentara
6.Mendirikan benteng
7.Menyatakan perang dan damai
8. Mengangkat dan memberhentikan penguasa setempat
Berakhirnya kekuasaan VOC (1799)
Faktor Eksternal
- Napoleon Bonaparte menguasai Belanda dan mendirikan Republik Bataaf (1795-1806)
Faktor Internal
- Korupsi disemua tingkatan
- Perdagangan gelap merajalela
- Anggaran biaya untuk pegawai sangat besar
- Adanya persaingan dengan Inggris

Herman Willem Daendels (1808-1811)
Kebijakan pemerintah Kerajaan Belanda yang dikendalikan oleh Prancis sangat kentara pada masa Gubernur Jenderal Daendels (1808 – 1811). Kebijakan yang diambil Daendels sangat berkaitan dengan tugas utamanya yaitu untuk mempertahankan Pulau Jawa dari serangan pasukan Inggris.
Dalam upaya mempertahankan Pulau Jawa, Daendels melakukan hal-hal berikut.
- Membangun ketentaraan, pendirian tangsi-tangsi/ benteng, pabrik mesiu/senjata di Semarang dan Surabaya serta rumah sakit tentara.
- Membuat jalan pos dari Anyer sampai Panarukan dengan panjang sekitar 1.000 km.
- Membangun pelabuhan di Anyer dan Ujung Kulon untuk kepentingan perang.
- Memberlakukan kerja rodi atau kerja paksa untuk membangun pangkalan tentara.
Pemerintahan Daendels berakhir ketika pada tahun 1810 Kerajaan Belanda yang berada dibawah pemerintahan Raja Louis Napoleon Bonaparte dihapuskan oleh Kaisar Napoleon Bonaparte. Negeri belanda kemudian menjadi wilayah Perancis sehingga secara otomatis Indonesia yang merupakan wilayah jajahan Belanda menjadi wilayah jajahan Perancis. Napoleon menganggap Daendels sangat otokratis atau otoriter sehingga pada tahun 1811 ia dipanggil kembali ke negeri Belanda dan kedudukannya digantkan oleh Gubernur Jendral Janses.

Thomas Stamford Raflles
Ketika akhirnya Inggris menyerbu Pulau Jawa, Daendels sudah dipanggil kembali ke Eropa. Penggantinya, Gubernur Jendral Jansen, tidak mampu menahan serangan musuh, sehingga terpaksa menyerah. Akhir dari penjajahan Belanda – Perancis ini ditandai dengan Kapitulasi Tuntang, yang isinya sebagai berikut :
1. Seluruh Jawa dan sekitarnya diserahkan kepada Inggris
2. Semua tentara Belanda menjadi tawanan Inggris
3. Semua pegawai Belanda yang mau bekerjasama dengan Inggris dapat memegang jabatannya terus.
4. Semua hutang Pemerintah Belanda yang dulu, bukan menjadi tanggung jawab Inggris.
Kapitulasi Tuntang ini menandakan awal dari masa pemerintahan Raffles
Langkah-langkah Raffles pada bidang pemerintahan sebagai berikut :
1. Pulau Jawa dibagi menjadi 16 keresidenan.
2. Sistem pemerintahan feodal oleh Raffles dianggap dapat mematikan usaha-usaha rakyat.
3.Bupati-bupati atau penguasa-penguasa pribumi dijadikan pegawai pemerintah kolonial yang langsung
    di bawah kekuasaan pemerintah pusat.
Langkah-langkah Raffles pada bidang ekonomi sebagai berikut :
1.Penghapusan pajak hasil bumi (contingenten) dan sistem penyerahan wajib (verplichte
   Leverantie) yang sudah diterapkan sejak zaman VOC. Kedua peraturan tersebut dianggap
   terlalu berat dan dapat mengurangi daya beli rakyat.
2. Menetapkan Sistem Sewa Tanah (Landrent).
3. Mengadakan monopoli garam dan minuman keras.
Dalam bidang sosial Raffle menerapkan :
1. Penghapusan kerja rodi (kerja paksa)
2. Penghapusan perbudakan.
3. Peniadaan Pynbank (disakiti) yaitu hukuman yang sangat kejam dengan melawan Harimau.
Masa pemerintahan Raffles di Indonesia memberikan banyak peninggalan yang berguna
bagi Ilmu Pengetahuan, seperti :
1. Ditulisnya buku berjudul History of Java.
2. Ditemukannya bunga Rafflesia Arnoldi
3. Dirintisnya Kebun Raya Bogor

Kebijakan Tanam Paksa (cultuurstelsel)
Pencetus ide sekaligus pelaksananya adalah Johannes van Den Bosch yang kemudian menjadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda.
Aturan tanam paksa :
- Tanah pertanian rakyat tidak melebihi 20%
- Pembebasan tanah untuk tanam paksa
- Menjadi pekerja di pabrik milik Belanda
- Waktu tanam tidak boleh melebihi waktu tanam padi
- Kelebihan hasil produksi dikembalikan ke rakyat
- Kerusakan ditanggung Belanda
Kaum liberal menuntut pelaksanaan sistem tanam paksa dihapuskan. Hal tersebut didorong terbitnya dua buku pada tahun 1860 yaitu Max Havelaar tulisan Edward Douwes Dekker dengan nama samarannya Multatuli, dan buku berjudul Suiker Contractor (kontrak-kontrak gula) tulisan frans Van de Pute. Kedua buku ini mengkritik keras tentang sistem tanam paksa. Sehingga sistem tanam paksa hari demi hari mulai hilang.

Pelaksanaan Politik Pintu Terbuka
- menghapus tanam paksa
- memperluas penanaman modal swasta asing pd bidang pertambangan dan pengangkutan
- kerja rodi diganti dgn kerja upah
- mengeluarkan undang undang agraria (agrarische wet) pd tahun 1870
- mengeluarkan undang undang gula (suiker wet) pd tahun 1970

Perlawanan Banten terhadap Belanda
Sultan Abu al-Fath Abdulfatah ini lebih dikenal dengan nama Sultan Ageng Tirtayasa. pada tahun 1671 Sultan Ageng Tirtayasa mengangkat putra mahkota Abdulnazar Abdulkahar sebagai raja pembantu yang lebih dikenal dengan nama Sultan Haji. Sebagai raja pembantu Sultan Haji bertanggung jawab urusan dalam negeri, dan Sultan Ageng Tirtayasa bertanggung jawab urusan luar negeri dibantu puteranya yang lain, yakni Pangeran Arya Purbaya. Pemisahan urusan pemerintahan di Banten ini tercium oleh perwakilan VOC di Banten W. Caeff.
Dalam persekongkolan tersebut VOC sanggup membantu Sultan Haji untuk merebut Kesultanan Banten tetapi dengan empat syarat.
 (1) Banten harus menyerahkan Cirebon kepada VOC,
 (2) monopoli lada di Banten dipegang oleh VOC dan harus menyingkirkan para  pedagang
       Persia, India, dan Cina,
 (3) Banten harus membayar 600.000 ringgit apabila ingkar janji, dan
 (4) pasukan Banten yang menguasai daerah pantai dan pedalaman Priangan segera     ditarik kembali. Isi perjanjian ini disetujui oleh Sultan Haji.
Pada tahun 1681 VOC atas nama Sultan Haji berhasil merebut Kesultanan Banten. Istana Surosowan berhasil dikuasai. Pada tahun 1682 pasukan Sultan Ageng Tirtayasa berhasil mengepung istana Surosowan. Baru setelah melalui tipu muslihat pada tahun 1683 Sultan Ageng Tirtayasa berhasil ditangkap dan ditawan di Batavia sampai meninggalnya pada tahun 1692.

Perlawanan Sultan Agung
Sultan Agung mempunyai cita-cita mempersatukan seluruh tanah jawa dan mengusir kekuasaan asing dari Indonesia.
Pada tahun 1628 telah dipersiapkan pasukan dengan segenap persenjataandan perbekalan. Pada waktu itu yang menjadi gubernur jenderal VOC adalahJ.P. Coen. Sebagai pimpinan pasukan Mataram adalah Tumenggung Baureksa. Akan tetapi hasilnya Baureksa gugur.
Tahun 1629 pasukan Mataram diberangkatkan menuju Batavia. Sebagai pimpinan pasukan Mataram dipercayakan kepada Tumenggung Singaranu, Kiai Dipati Juminah, dan Dipati Purbaya. Ternyata informasi persiapan pasukan Mataram diketahui oleh VOC. Berikutnya pasukan Mataram mengepung Benteng Bommel, tetapi gagal menghancurkan benteng tersebut. Pada saat pengepungan Benteng Bommel, terpetik berita bahwa J.P. Coen meninggal.

Latar belakang Sultan Baabullah menentang Portugis
Sultan Babullah  memiliki ayah yang bernama Sultan Khaerun, Sultan Khaerun ditipu dan dibunuh oleh Portugis pada saat berunding. Hal tersebut menyebabkan Sultan Babullah ingin balas dendam terhadap kematian ayahnya.

Perlawanan Pangeran Diponegoro
Sebab terjadinya perang diponegoro adalah pembuatan jalan melalui makam leluhur Pangeran Diponegoro tanpa seizinnya.
Pada saat itu, Belanda dipimpin Jenderal De Kock yang mempergunakan cara:
1) Siasat Benteng Stelsel, di setiap daerah yang dikuasai didirikan benteng yang mempersempit gerilya Pangeran Diponegoro sehingga pasukannya terpecah-pecah;
2) Mengangkat kembali Sultan Sepuh agar tidak dibenci oleh rakyat Mataram;
3) Mempergunakan politik devide et impera.
Melihat sistem Belanda yang cukup berbahaya ini, Pangeran Diponegoro memindahkan markasnya ke Plered, Dekso, dan Pangasih. Daerah Pacitan dan Purwodadi juga berhasil dipertahankan. Serdadu Belanda terus digempur oleh pasukan Diponegoro sehingga 2.000 orang tentara Belanda tewas. Pada tahun 1828 – 1830 Pangeran Diponegoro menghadapi kesulitan-kesulitan.
Kenyataan tersebut tidak melemahkan Pangeran Diponegoro. Ia terus berjuang, bahkan Belanda sampai mengeluarkan sayembara: Apabila ada yang berhasil menyerahkan Pangeran Diponegoro akan mendapat uang 20.000 ringgit. Namun, tidak ada yang bersedia.
Akhirnya Belanda berhasil menangkap Pangeran Diponegoro pada tanggal 28 Maret 1830 dan dibawa ke Batavia dengan kapal "Pollaz", terus diasingkan ke Manado. Pada tahun 1834 dipindahkan ke Makassar dan akhirnya wafat pada tanggal 8 Januari 1855.
Perang Diponegoro yang panjang membawa akibat sebagai berikut.
1) Wilayah Mataram Yogyakarta dan Surakarta menjadi sempit, PB VI yang ikut melawan Belanda akhirnya dibunuh di Ambon (1830).
2) Belanda memperoleh daerah Surakarta – Yogyakarta sebagai daerah yang diperas kekayaannya.
3)   Adanya sebagian cukai yang dihapus untuk mengurangi kerusuhan. 

Perlawanan Sultan Hasanuddin
Pada awalnya, VOC melakukan blokade terhadap Pelabuhan Somba Opu. Kemudian kapal-kapal VOC merusak dan menangkap kapal-kapal pribumi maupun kapal-kapal asing lainnya.
Tanggal 7 Juli 1667, meletus Perang Goa. Tentara VOC dipimpin oleh Cornelis Janszoon Spelman, diperkuat oleh pengikut Aru Palaka dan ditambah orangorang Ambon di bawah pimpinan Jonker van Manipa. Kekuatan VOC ini menyerang pasukan Goa dari berbagai penjuru. Hasanuddin kemudian dipaksa untuk menandatangani Perjanjian Bongaya pada tanggal 18 November 1667, yang isinya antara lain sebagai berikut.
1.  Goa harus mengakui hak monopoli VOC
2.  Semua orang Barat, kecuali Belanda harus meninggalkan wilayah Goa
3.  Goa harus membayar biaya perang
Sultan Hasanuddin tidak ingin melaksanakan isi perjanjian itu, karena isi perjanjian itu bertentangan dengan hati nurani dan semboyan masyarakat Goa atau Makasar. Pada tahun 1668 Sultan Hasanuddin mencoba menggerakkan kekuatan rakyat untuk kembali melawan kesewenang-wenangan VOC itu. Namun perlawanan ini segera dapat dipadamkan oleh VOC. Dengan sangat terpaksa Sultan Hasanuddin harus melaksanakan isi Perjanjian Bongaya.

Sebab khusus Perang Aceh
Aceh menolak terhadap penguasaan Belanda atas Sumatra, walaupun secara sepihak Belanda telah mengeluarkan Traktat Sumatra (1871) (yang memberi hak Belanda dapat berkuasa di Sumatra).

Perang Padri
Gerakan padri didirikan oleh tiga orang ulama, yakni Haji Miskin, Haji Piambang, dan Haji Sumanik sepulang dari Tanah Suci. Ketiga ulama tersebut sangat kecewa melihat kebiasaan masyarakat Minangkabau yang telah sangat jauh dari ajaran Islam. Usaha mereka untuk memengaruhi masyarakat mendapat perlawanan keras kaum adat hingga timbullah peperangan. Berikut sebab-sebab timbulnya perang.
- Adanya perbedaan pendapat antara kaum ulama/padri dengan kaum adat. Kaum ulama terpengaruh gerakan wahabi menghendaki ajaran agama Islam berdasarkan alquran dan Hadis.
- Kaum ulama ingin memberantas kebiasan buruk yang dilakukan kaum adat, seperti berjudi, menyabung ayam, dan mabuk.
- Perebutan pengaruh antara kaum adat dan kaum ulama.
Pertempuran semula terjadi pada tahun 1825 di Minangkabau antara kaum adat dan kaum ulama. Kaum ulama dipimpin oleh Imam Bonjol. Kaum adat kemudian minta bantuan Belanda. Namun Belanda sedang terdesak, akibat perang menghadapi Pangeran Diponegoro. Maka, Belanda mengajak berunding saja dan mengakui batas wilayah kekuasaan kaum padri.
Sesudah tahun 1830, Belanda mengobarkan perang antara kaum adat melawan kaum padri, dalam hal ini Belanda membantu kaum adat. Semula pertempuran itu terjadi, tetapi setelah kaum adat sadar akan bahaya Belanda, mereka bergabung dengan kaum padri melawan Belanda sejak tahun 1832. Belanda di bawah Van den Bosch menggunakan Sistem Benteng Stelsel dan dikirimlah bantuan di bawah pimpinan Sentot Ali Basa Prawirodirjo yang kemudian memihak kepada kaum padri. Sentotpun dibuang ke Cianjur.
Kemudian Belanda menyerang kota Bonjol dan mengadakan Perjanjian Plakat Panjang (1833), yang isinya:
a. penduduk dibebaskan dari pembayaran pajak atau kerja rodi,
b. Belanda akan menjadi penengah jika timbul perselisihan antarpenduduk,
c. perdagangan dilakukan hanya dengan Belanda, dan
d. penduduk boleh mengatur pemerintahan sendiri.
Dengan siasat Benteng Stelsel, Belanda mengepung benteng Bonjol pada tanggal 25 Oktober 1937 sehingga Imam Bonjol tertangkap dan dibuang ke Cianjur. Pada tahun1854, Imam Bonjol wafat di Manado.

Perlawanan Pattimura
Tindakan Belanda yang sewenang-wenang dan monopolinya yang merugikan menyebabkan Pattimura berkewajiban membebaskan rakyat Saparua Maluku. Residen Van den Berg menolak membayar harga perahu menurut kesepakatan. Hal ini berakibat menambah kemarahan rakyat. Pattimura yang juga dikenal dengan nama Thomas Matulessi menyerbu benteng Duurstede dan berhasil menguasainya dan residen Van den Berg terbunuh.
Penggantinya ialah Letkol Groot yang berpolitik licik serta berusaha memecah belah. Banyak pemimpin yang ditangkapnya sehingga kekuatan semakin lemah. Maka dalam pertempuran selanjutnya, Pattimura beserta kawan-kawannya tertangkap dan pada tanggal 16 Desember 1817 Pattimura dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung di benteng New Victoria. Perjuangannya dibantu Christina Martha Tiahahu.

Perjuangan Setelah 1908
Ciri-cirinya
a) Perjuangan bersifat nasional
b) Strategi perjuangan diplomasi
c) Perjuangan dengan organisasi modern.

Faktor pendorong lahirnya nasionalisme
Faktor-faktor dari dalam negeri yang menyebabkan lahir dan berkembangnya nasionalisme Indonesia adalah sebagai berikut :
- Kejayaan masa lalu.
- Penderitaan dan kesengsaraan akibat imperialisme.
- Munculnya golongan terpelajar.
- Kemajuan dalam bidang politik, sosial-ekonomi, dan kebudayaan.
Lahir dan berkembangnya nasionalisme Indonesia juga didorong oleh faktor-faktor dari luar, yaitu sebagai berikut :
- Kemenangan Jepang terhadap Rusia (1905)
- Nasionalisme Turki (1908)
- Gerakan Nasionalis Rakyat Cina
- Pergerakan Nasionalisme Mesir
- Masuknya paham-paham baru
- Nasionalisme di Filipina
- Pergerakan kebangsaan India

Tujuan Indische Partij
Menumbuhkan dan meningkatkan nasionalisme untuk memajukan tanah air yang dilandasi jiwa nasional serta mempersiapkan kehidupan rakyat yang merdeka.

Proses didirikannya Budi Utomo
Boedi Oetomo (BO) atau Budi Utomo (BU) merupakan pergerakan nasional yang didirikan pada tanggal 20 Mei 1908, di Jakarta. Organisasi ini dirintis oleh dr. Wahidin Sudirohusodo. BU didirikan dengan tujuan untuk menggalang dana untuk membantu anak-anak bumiputra yang kekurangan dana. Namun ide itu kurang mendapat dukungan dari Kaum Tua. Ide dr. Wahidin itu kemudian diterima dan kembangkan oleh Sutomo. Seorang mahasiswa School tot Opleiding voor Inlandsche Arsten (STOVIA). Sutomo kemudian dipilih sebagai ketua organisasi itu. Sebagian besar pendiri BU adalah pelajar STOVIA, seperti Sutomo, Gunawan Mangunkusumo, Cipto Mangunkusumo, dan RT Ario Tirtokusumo. Pada tanggal 29 Agustus 1908, dr. Wahidin Sudirohusodo mendirikan BU di Yogyakarta.

Lahirnya Serekat Dagang Islam
Pada mulanya SI lahir karena adanya dorongan dari R.M. Tirtoadisuryo seorang bangsawan, wartawan, dan pedagang dari Solo. Tahun 1909, ia mendirikan perkumpulan dagang yang bernama Sarekat Dagang Islam (SDI). Perkumpulan itu bertujuan untuk memberikan bantuan pada para pedagang pribumi agar dapat bersaing dengan pedagang Cina.

PPPKI
Pada tanggal 17 Desember 1927, atas prakarsa dari tokoh-tokoh PNI dibentuklah Permufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI). PPPKI adalah wadah berhimpunnya organisasi-organisasi sosial politik dengan anggota PNI, Budi Utomo, Pasundan, Sarekat Sumatra, Perkumpulan Kaum Betawi, dan Indonesia Studi Club Surabaya. Tujuan pembentukan PPPKI adalah sebagai berikut: 
1) Menyamakan persepsi dan menentukan aksi kebangsaan, memperkuat diri dengan penataan kembali organisasi, serta meningkatkan kerja sama antar anggota; 
2) Menghindari perselisihan atau pertentangan antar anggota yang dapat melemahkan perjuangan. 

Lahirnya Perhimpunan Indonesia
Pada awal abad ke-20, para pelajar Hindia yang berada di Belanda mendirikan organisasi yang bernama Indische Vereniging (1908), yaitu perkumpulan Hindia, yang beranggotakan orang orang Hindia, Cina dan Belanda. Organisasi itu didirikan oleh R.M Notosuroto, R. Panji Sostrokartono, dan R. Husein Jajadiningrat. Semula organisasi itu bergerak di bidang sosial dan  ebudayaan sebagai ajang bertukar pikiran tentang situasi tanah air.Organisasi itu juga menerbitkan majalah yang diberi nama Hindia Putera. Dalam perkembangan selanjutnya perkumpulan itu mengutamakan masalah-masalah politik. Jiwa kebangsaan yang semakin kuat diantara mahasiswa Hindia di Belanda mendorong mereka untuk mengganti nama Indische  Vereninging menjadi Indonesische Vereeniging (1922). Selanjutnya perkumpulan itu berganti nama Indonesische Vereeniging (1925), dengan pimpinan Iwa Kusuma Sumatri, JB. Sitanala, Moh.Hatta, Sastramulyono, dan D. Mangunkusumo. Nama perhimpunannya diganti lagi menjadi “Perhimpunan Indonesia” (PI). Nama majalah terbitan mereka juga berganti nama Indonesia Merdeka.

Partai Nasional Indonesia
Organisasi ini semula bernama Perserikatan Nasional Indonesia. PNI berdiri di Bandung pada tangal 4 Juli 1927. Tokoh-tokoh Pendirinya adalah Ir. Soekarno, Anwari, Mr. Sartono, Mr. Iskaq Cokroadisuryo, Mr. Sunaryo, M. Budiarto, dan dr. Samsi. 
Dalam kongres Perserikatan Nasional yang pertama di Surabaya, Perserikatan Nasional Indonesia diubah namanya menjadi Partai Nasional Indonesia (PNI).
Tujuannya adalah mencapai Indonesia Merdeka atas usaha sendiri. Adapun ideologinya adalah marhaenisme, bersifat mandiri, dan nonkooperatif

Petisi Sutarjo
1.Volksraad sebagai parlemen sesungguhnya,
2. Direktur departeman diberi tanggungjawab,
3. Dibentuk Dewan Kerajaan sebagai badan tertinggi antara negari
Belanda dan Indonesia yang anggotanya merupakan wakil kedua
belah pihak,
4. Penduduk Indonesia adalah orang-orang yang karena kelahirannya,
asal-usulnya, dan cita-citanya memihak Indonesia.

Tujuan GAPI
1) Menghimpun organisasi-organisasi politik bangsa Indonesia untuk bekerja bersama-sama. 
2) Menyelenggarakan kongres Indonesia.

Ki Hajar Dewantara
Dia sangat berperan dalam dunia pendidikan Indonesia. Ia adalah pendiri Taman Siswa. Selain berperan dalam dunia pendidikan dia juga ulet sebagai seorang wartawan muda. Ia pernah menulis "Een voor Allen maar Ook Allen voor Een" atau "Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk Satu Juga". Namun kolom KHD yang paling terkenal adalah "Seandainya Aku Seorang Belanda" (judul asli: "Als ik een Nederlander was"), dimuat dalam surat kabar De Expres

W.R Soepratman
Wage Rudolf Supratman (lahir di Somongari, Purworejo, 19 Maret 1903 – meninggal di Surabaya, Jawa Timur, 17 Agustus 1938 pada umur 35 tahun) adalah pengarang lagu kebangsaan Indonesia, "Indonesia Raya" dan pahlawan nasional Indonesia.

Tokoh Perempuan Masa Pergerakan Nasional
1. Dewi Sartika (Pelopor gerakan wanita di Jawa Barat) lahir di Bandung, 4 Desember 1884. Ia mendirikan Sekolah dengan nama Sekolah Keutamaan Istri.
2. R.A Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879. Ia terkenal dengan karyanya Habis Gelap Terbitlah Terang

Peran Soekarno
Pada tahun 1926, Soekarno mendirikan Algemene Studie Club di Bandung. Organisasi ini menjadi cikal bakal Partai Nasional Indonesia yang didirikan pada tahun 1927. Aktivitas Soekarno di PNI menyebabkannya ditangkap Belanda pada bulan Desember 1929, dan memunculkan pledoinya yang fenomenal: Indonesia Menggugat, hingga dibebaskan kembali pada tanggal 31 Desember 1931.
Pada bulan Juli 1932, Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo), yang merupakan pecahan dari PNI. Soekarno kembali ditangkap pada bulan Agustus 1933, dan diasingkan ke Flores. Di sini, Soekarno hampir dilupakan oleh tokoh-tokoh nasional. Namun semangatnya tetap membara seperti tersirat dalam setiap suratnya kepada seorang Guru Persatuan Islam bernama Ahmad Hassan.
Pada tahun 1938 hingga tahun 1942 Soekarno diasingkan ke Provinsi Bengkulu.
Soekarno baru kembali bebas pada masa penjajahan Jepang pada tahun 1942.

Tokoh-tokoh pergerakan nasional
1. Dr.Soetomo (Beliau lahir di Nganjuk, 30 Juli 1888.)
2. KH.Samanhudi (Beliau lahir di Laweyan, Solo pada tahun 1868 )
3. H.O.S Cokroaminoto (Beliau lahir di Ponorogo,pada tahun 1882 )
4. KH.Ahmad Dahlan  ( Pendiri Muhammadiyah )  ) (Lahir di Yogyakarta)
5. Ki Hajar Dewantara ( Pendiri Taman Siswa ) (Lahir di Yogyakarta)
6. Wahid Hasyim ( Pendiri NU ) (Lahir di Jombang)
7. Douwes Dekker (pengarang buku Max Haveelar) (Lahir Di Pasuruan)
8. Dr. Cipto Mangunkusumo (Lahir di Pecangaan)
9. Soekarno (Lahir di Surabaya)
Sumpah Pemuda yang dilakukan pada 1928
Pengaruh Sumpah Pemuda terhadap organisasi pergerakan nasional sangat besar. Organisasi-organisasi politik yang lahir setelah Sumpah Pemuda, semuanya memakai kata “Indonesia” dalam namanya, seperti Partai Indonesia (Partindo) tahun 1931, Persatuan Bangsa Indonesia (PBI) tahun 1931, Partai Indonesia Raya (Parindra) tahun 1935 dan lain-lain. Bahwa partai Sarekat Islam, pada tahun 1929 berubah nama menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII). Dengan demikian partai ini lebih menujukkan corak kebangsaannya. Bagi organisasi pemuda sendiri, gerakan ke arah persatuan semakin giat diusahakan setelah Kongres Pemuda II. Proses penyatuan berbagai sifat kedaerahan menjadi sifat nasional merupakan suatu proses integrasi yang nilainya sangat dalam.