Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Agama Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Agama Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Juni 2018

Rangkuman ( Meneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah saw. di Madinah )

1. Sesampainya di Madinah, Nabi langsung membangun masjid. Masjid ini berfungsi sebagai pusat peribadatan dan pemerintahan.
2. Langkah pertama yang dilakukan Nabi Muhammad saw. di Madinah adalah mempersatukan suku Aus dan Khazraj serta mempersaudarakan orang Anśar (Madinah) dan Muhajirin (Mekah). Setelah itu, Nabi Muhammad saw. Pun membuat perjanjian damai dengan orang-orang Yahudi dan suku-suku yang berada di sekitar Madinah. Berkembangnya dakwah Nabi Muhammad saw. Di Madinah menimbulkan kekhawatiran orang-orang Quraisy. Karena itu, terjadilah Perang Badar. Peperangan ini terjadi pada 8 Ramadan tahun ke-2 Hijrah. Dengan perlengkapan yang sederhana Nabi dengan 305 orang pasukannya berangkat ke luar Madinah. Kira-kira 120 km dari Madinah, tepatnya di Badar pasukan Nabi bertemu dengan pasukan Quraisy berjumlah antara 900 – 1.000 orang. Dalam peperangan ini, Nabi dan kaum muslimin berhasil memperoleh kemenangan. Kekalahan dalam perang Badar semakin menimbulkan kebencian Quraisy kepada kaum Muslimin. Karena itu, mereka bersumpah akan menuntut  balas kekalahan tersebut. Maka, pada tahun ke-3 Hijrah mereka berangkat ke Madinah dengan membawa 3.000 pasukan berunta, 200 pasukan berkuda, dan 700 orang di antara mereka memakai baju besi. Pasukan ini dipimpin oleh Khalid bin Walid. Kedatangan pasukan Quraisy ini disambut Nabi Muhammad saw. dengan sekitar 1.000 pasukan.
3. Pada tahun ke-5 Hijrah, terjadilah Perang Ahzab/Khandaq. Bani Nadir yang menetap di Khaibar berkomplot dengan musyrikin Quraisy untuk menyerang Madinah. Pasukan gabungan mereka berkekuatan 24.000 pasukan.
4. Meskipun Mekah telah ditaklukan, tetapi Bani Saqif di Taif dan Bani Hawazin di antara Mekah dan °aif tidak mau tunduk. Bahkan, mereka menyerang Mekah dan menuntut bela atas perusakan berhala-berhala. Dengan kekuatan 12.000 pasukan, Nabi menyambut kedatangan pasukan Bani ¢aqif dan Bani Hawazin. Perang ini dikenal dengan Perang Hunain.
5. Perang Tabuk merupakan perang terakhir yang diikuti Nabi Muhammad saw.. Perang ini melawan Raja Gasan yang telah membunuh secara sadis utusan yang membawa surat Nabi Muhammad saw. Peperangan ini terjadi di Mu’tah dan Nabi Muhammad saw. datang dengan membawa 3.000 pasukan. Orang-orang Mekah telah membatalkan secara sepihak Perjanjian Hudaibiyah. Oleh karena itu, Nabi Muhammad saw. segera berangkat ke Mekah dengan 10.000 orang tentara. Tanpa kesulitan, Nabi dan pasukannya memasuki Mekah dan berhala-berhala di seluruh sudut negeri dihancurkan. Setelah itu Nabi berkhutbah memberikan pengampunan bagi orang-orang Quraisy. Peristiwa ini dikenal dengan Fathu Makkah (penaklukan Mekah).

Rangkuman ( Sayang, Patuh dan Hormat kepada Orang Tua dan Guru )

1. Semua ajaran agama samawi (agama) yaitu agama yang diturunkan Allah Swt. yang dibawa oleh para nabi-Nya mengandung ajaran untuk menyembah Allah Swt. yang Maha Esa.
2. Perintah beribadah kepada Allah Swt. merupakan kewajiban bagi setiap manusia tanpa kecuali, hanya saja dalam praktiknya banyak sekali manusia yang mengingkari perintah Allah Swt. tersebut.
3. Perintah menyembah Allah Swt. tersebut sama kedudukan dan derajatnya dengan larangan untuk mempersekutukan-Nya (musyrik), yaitu menganggap bahwa ada selain Allah Swt. yang dapat memberikan kekuatan untuk mendatangkan atau menolak segala sesuatu.
4. Perintah berbakti kepada kedua orang tua merupakan perintah langsung dari Allah Swt. yang harus dipatuhi oleh setiap manusia.
5. Keridaan kedua orang tua kepada anaknya merupakan keridaan Allah Swt. Dan murka kedua orang tua merupakan murka Allah Swt.
6. Allah Swt. menjajikan pahala yang sangat besar kepada orang-orang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, demikian pula Allah Swt. Menjanjikan siksa yang sangat pedih kepada siapa yang durhaka kepada kedua orang tuanya.
7. Perintah mengucapkan kata-kata yang santun dan mulia kepada kedua orang tua, sama dengan larangan menyakiti keduanya baik dengan ucapan maupun perbuatan.
8. Mengucapkan “ah” sebagai bentuk bantahan kepada kedua orang tua dilarang dalam ajaran Islam, apalagi jika mengucapkan kata-kata atau perbuatan yang lebih kasar dari itu.
9. Mendoakan kedua orang tua baik ketika mereka masih hidup maupun telah meninggal dunia merupakan bakti seorang anak kepada kedua orang tua.
10. Islam memerintahkan agar selain berbuat baik kepada kedua orang tua, diperintahkan pula untuk berbuat baik kepada karib-kerabat, anak-anak yatim, fakir miskin, tetangga dekat dan sesama manusia.

Sabtu, 03 Desember 2016

Rangkuman ( Meniti Hidup dengan Kemuliaan )

1. Pengendalian diri (mujahadah an-nafs) adalah perilaku upaya untuk tetap berada dalam setiap kebaikan dan terhindar dari sifat-sifat yang dapat membianasakan dirinya, orang lain, maupun lingkungan
2. Berbaik sangka (husnuzzan) adalah sifat dimana orang lain dipandang sebagai sesusatu yang baik dan harus diperlakukan dengan baik, ekcuali jika diketahui dengan fakta bahwa orang tersebut harus diwaspadai dan diperingati
3. Persaudaraan (ukhuwwah) dalam islam dimaksudkan bukan sebatas hubungan kekerabatan karena faktor keturunan, tetapi yang dimaksud dengan persaudaraan yang diikat oleh tali aqidah (sesama muslim) dan persaudaraan karena fungsi kemanusiaan (sesama manusia makhluk Allah SWT.)
4. Dalam Q.S al-Anfal/8:72 dijelaskan bahwa perintah berhijrah setelah hijrahnya Rasulullah saw. dan kaum muslimin ke Kota Madinah dan Kota Mekah adalah berhijrah dari keburukan menuju kepada kebaikan, berjidahad dari kemelaratan menuju kepada kesejahteraan, berhijrah dari kebodohan menuju gilang-gemilang, dan sebagainya.
5. Dalam Q.S al-Hujurat/49:10 kita diperintahkan Allah SWT. Agar senantiasa menajaga dan menciptakan perdamaian, memberikan nasihat kebaikan, dan mendamaikan perselisihan saudara dengan sadara yang lain.
6.  Dalam Q.S al-Hujurat/49:12 dijelaskan perintah agar berprasangka baik (Husnuzzan) kepada setiap orang, kitapun diperintahkan menghindari dan menjauhkan diri dari berburuk sangka kepada sesama saudara kita, karena berburuk sangka akan merusak keimanan dan merusak persaudaraan
7. Contoh perilaku pengendalian diri (mujahadah an-nafs) yaitu bersabar dengan tidak membalas terhadap ejekan atau cemoohan teman yang tidak suka terhadap kita.
8. Contoh perilaku berbaik sangka (husnuzzan) yaitu menerima an menghargai pendapat teman/orang lain meskipun pendapat tersebut berlawanan dengan keinginan kita
9. Contoh perilaku persaudaraan (ukhuwwah) yaitu bergaul dengan orang lain dengan tidak memandang suku, bahasa, budaya, dan agama yang dianutnya.

Rangkuman ( Meneladani Perjuangan Rasulullah saw. di Mekah )

1. Subtansi dakwah Rasulullah saw. di Mekah
a. Kerasulan Nabi Muhammad saw. dan Wahyu Pertama
Nabi Muhammad saw. diangkat menjadi rasul pada tanggal 17 Ramadhan saat usianya 40 tahun.  Ketika itu, Nabi Muhammad saw. sedang bertahanus di Gua Hira dan datanglah Malaikat Jibril membawakan wahyu pertama kepada Nabi Muhammad saw. yaitu Surah Al-Alaq {96}1-5. Rasulullah saw. menerima ayat-ayat Al-Quran secara berangsur-angsur dalam waktu 23 tahun yang diturnkan berdasarkan kejadian-kejadian faktual yang sedang terjadi. Ayat-ayat Al-Qur’an saat itu dikumpulkan sebagai kompilasi bernama Al- Mushaf (Al-Qur’an).
b.  Ajaran-Ajaran Pokok Rasulullah saw. di Mekah
1)  Aqidah
Rasulullah saw. diutus oleh Allah Swt. untuk membawa ajaran tauhid. Itu dikarenakan oleh masyarakat Mekah yang masih larut dalam kemusyrikan. Ajaran ini adalah ajaran utama yang diemban kepada ia bersumber kepada wahyu-wahyu ilahi. Ajaran ini sangat diyakini oleh Rasulullah dan para pengikutnya dengan diyaakininya bahwa Allah akan memberikan kebahagiaan.
2)  Akhlak Mulia
Nabi Muhammad tampil sebagai orang yang mulia dihadapan smua orang. Ia adalah sosok orang yang jujur (Al Amin), suka menolong, menjaga persaudaraan, sopan,lembut, dan menghormati setiap orang. Hal ini pun diterapkan dan diajarkan kepada masyarakatnya.
2. Strategi Dakwah Rasulullah saw. di Mekah
a. Dakwah Secara sembunyi-sembunyi
Setelah Rasulullah saw. menerima wahyu yang kedua yaitu surah Al-Mudassir {74}1-7 yang berisi perintah Allah agar Rasulullah memulai kegiatan menyiarkan agama Islam. Maka untukuk menghindari keresahan dan kekacauan di masyarakat Mekah, maka Rasulullah memuali menyeru secara sembunyi-sembunyi dengan mengajak para keluarga dan sahabat serta orang-orang yang telah dikenalnya yang Ia percaya untuk masuk Islam. Adapun orang perama yang masuk islam (al-sabiqun al-awwalun) yaitu Siti Khadijah, Ali bin Abi Talib, Zaid bin Haris, dan Abu Bakar Siddiq. Dalam melakukan dakwah iini, Rasulullah saw. memakai rumahnya (Darul Arqam) sebagai tempatnya mengajarkan ilmu-ilmu tentang Islam. Mengingat saat itu Mekah masih dalam Kemusyrikan. Dakwah ini berlangsung selama 3 tahun.
b. Dakwah Secara Terang-terangan
Rasulullah memulai dakwahnya secara terang-terangan pada tehun keempat kenabiannya setelah ia menerima wahyu dari Allah Swt. yang berisi perintah kepada Rasulullah agar menyiarkan agama Islam secara terang-terangan yaitu Q.S. al-Hijr [15] : 94. Dakwah secara terang-terangan dimulai ketika Rasulullah menyerukan ayat-ayat Al-Qur’an dengan suara yang lantang kepada seluruh kaum di Mekah. Dan dengan dukungan istri dan pamannya serta para sahabat dan pengikutnya yang setia ditambah dengan keyakinan bahwa Allah selalu menyertainya, dimulailah dakwah suci ini. Dalam melaksanakan dakwah ini, Rasulullah bersama para pendukung ibelakangnya setiap hari mendapat cemohan, celaan bahkan siksaan. Terutama dari Ab Lahab dan Abu Jahal (paman Rasulullah sekaligus pemuka Quraisy).
3. Reaksi Kafir Quraisy terhadap Dakwah Rasulullah Saw.
Alasan Kafir Quaraisy menentang ajaran Rasulullah Saw. karena :
a. Kesombongan dan Keangkuhan
Bangsa Arab Jahiliah dikeanal dengan kesombongan dan keangkuhannya. Dan mereka senantiasa selalu merasa benar terutama alam hal beribadahnya.
b. Fanatisme Buta terhadap Leluhur
Karena kebiasaan yang sering dilakukan yaitu larut dalam kemusyrikan dengan menyembah berhala dan kemusyrikan lainnya, maka masyarakat Arab sangat sulit untuk menghilangkan kebiasaan tersebut mengingat mereka selama ini tetap mendapatkan nikmat dari kemusyrikannya.
c. Eksistensi dan Persaingan Kekuasaan
Mereka berfikir jika menerima ajakan Rasulullah untuk mengikuti ajaran Islam, maka  eksistensi dan kekuasaan mereka akan turun drastis karena dima Rasulullah yang merupakan pemimpin dan mereka juga emimpin. Jadi, jika mereka menerima ajakan Rasulullah, maka kekuasaan yang mereka miliki akan beralih kepada Rasulullah dan orang-orang yang pertama masuk Islam.
4. Contoh-contoh Penyiksaan Quraisy terhadap Rasulullah saw. dan Para Pengikutnya
1) Ketika Rasulullah menyer diatas bukit Safa, tiba-tiba Abu Jahal datang dan mencerca Rasulullah bersama kelompoknya.
2) Ketika Rasululah sedang melakukan tawaf, tiba-tiba datang Uqbah bin Abi Mu’in menjerat leher Rasulullah saw. dengan sorbannya dan menyeret keluar masjid.
3) Penyiksaan lain juga dilakukan oleh paman Rasulullah yaitu Abu Jahal dan istrinya yang juga tetangga dengan Rasulullah. Mereka slalu melemparkan kotoran ke rumah Rasulullah.
4) Quraisy memboikot kaum muslimin                                                                        
5. Penerapan Perilaku yang Patut diteladani dari Perjuangan Rasululah Saw.
1) Memiliki Sikap Tangguh
a.      Menggunakan waktu untuk belajar agar mendapatkan prestasi yang tinggi.
b.     Mengerjakan segala sesuatu dengan prinsip pantang menyerah.
c.      Menjalankan segala perintah agama dan menjauhi larangannya.
2) Memiliki Jiwa Berkorban
a.      Menyisihkan waktu sebaik mungkin untuk kegiatan yang bermanfaat.
b.     Mendahulukan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi.
c.      Menyisihkan sebagian harta untuk membantu orang lain yang membutuhkan.

Rangkuman ( Al-Qur’an dan Hadis adalah Pedoman Hidupku )

1. Al-Qur’an berasal dari kata qara’a – yaqra’u – qirā’atan – qur’ānan, yang berarti sesuatu yang dibaca atau bacaan. Dari segi istilah, al-Qur’ān adalah Kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. dalam bahasa Arab, yang sampai kepada kita secara mutawattir, ditulis dalam mus¥af, dimulai dengan surah al-Fatihah dan diakhiri dengan surah an-Nas, membacanya berfungsi sebagai ibadah, sebagai mukjizat Nabi Muhammad saw. dan sebagai hidayah atau petunjuk bagi umat manusia. Allah Swt.
2. Kedudukan al-Qur’an sebagai sumber hukum Islam, al-Qur’ān memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Ia merupakan sumber utama dan pertama sehingga semua persoalan harus merujuk dan berpedoman kepadanya.
3. Para ulama mengelompokkan hukum yang terdapat dalam al-Qur’an dalam tiga bagian, yaitu sebagai berikut, 1) Akidah atau Keimanan, 2)Syari’ah atau Ibadah, 3) Akhlak atau budi pekerti
4. Secara bahasa hadis berarti perkataan atau ucapan. Menurut istilah, hadis adalah segala perkataan, perbuatan, dan ketetapan (taqrir) yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. Hadis juga dinamakan sunnah. Namun demikian, ulama hadis membedakan hadis dengan sunnah. Hadis adalah ucapan atau perkataan Rasulullah saw., sedangkan sunnah adalah segala apa yang dilakukan oleh Rasulullah saw. yang menjadi sumber hukum Islam.
5. Kedudukan Hadis sebagai Sumber Hukum Islam berada satu tingkat dibawah al-Qur’an. Artinya, jika sebuah perkara hukumnya tidak terdapt di dalam al-Qur’an yang harus dijadikan sandaran berikutnya adalah hadis tersebut.
6. Fungsi Hadis terhadap al-Qur’an dapat dikelompokkan sebagai berikut.
1) Menjelaskan ayat-ayat al-Qur’an yang masih bersifat umum
2) Memperkuat penyataan yang ada dalam al-Qur’an
3) Menerangkan maksud dan tujuan ayat
4) Menetapkan hukum baru yang tidak terdapat dalam al-Qur’an
7. Ditinjau dari segi perawinya, hadis terbagi ke dalam tiga bagian, yaitu: 1) Hadis Mutawattir, 2) Hadis Masyhur, 3) Hadis Ahad
8. Ijtihad adalah mencurahkan segenap tenaga dan pikiran secara sungguh-sungguh dalam menetapkan suatu hukum. Orang yang melakukan ijtihad dinamakan mujtahid. Ijtihad memiliki kedudukan sebagai sumber hukum Islam setelah al-Qur’an dan hadis. Artinya Ijtihad ini dilakukan jika suatu persoalan tidak ditemukan hukumanya dalam al-Qur’an dan hadis.
9. Salah satu bagian dari pembagian hukum islam adalah hukum taklifi. Hukum ini terbagi kedalam lima bagian, seperti berikut : 1) Wajib [fardhu], 2) Sunnah [mandub], 3) Haram [tahrim], 4) Makruh [karahah], 5) Mubah [al-ibahah]
10. Merealisasikan dan menrapkan hukum-hukum Islam dalam kehidupan akan membawa  manfaat besar bagi kehidupan manusia.

Rangkuman ( Mempertahankan Kejujuran sebagai Cermin Kepribadian )

1. Jujur (as-sidqu) adalah mengatakan sesuatu sesuai dengan kenyataan, sedangkan dusta (al-kazibu) adalah mengatakan sesuatu tidak sesuai dengan kenyataan.
2. Imam al-Gazali memabagi sifat jujur atau benar (siddiq) menjadi 3 yaitu 1) Jujur dalam niat atau berkehendak, 2) Jujur dalam perkataan(lisan), 3)Jujur dalam perbuatan/amaliah
3. Kejujuran merupakan petunjuk dan jalan menuju surga Allah Swt. sedangkan dusta adalah petunjuk dan jalan menuju neraka.
4. Jujur adalah sikap yang tulus dalam melaksanakan sesuatu yang diamanatkan, baik berupa harta maupun tanggung jawab. Orang yang melaksanakan amanat disebut al-Amin, yakni orang yang terpercaya, jujur, dan setia. Dinamai demikian karena segala sesuatu yang diamanatkan kepadanya menjadi aman dan terjamin dari segala bentuk gangguan, baik yang datang dari dirinya sendiri maupun dari orang lain.
5. Jujur adalah sifat para nabi dan rasul Allah Swt., sedangkan bohong atau dusta adalah ciri atau sifat orang-orang munafik.
6. Kejujuran akan menciptakan ketenangan, kedamaian, keselamatan, kesejahteraan, dan kenikmatan lahir batin baik di dunia maupun di akhirat kelak. Sementara, kedustaan menimbulkan kegoncangan, kegelisahan, konflik sosial, kekacauan, kehinaan, dan kesengsaraan lahir dan batin baik di dunia apalagi di akhirat.
7. Diperbolehkan dusta hanya untuk tiga hal saja, yaitu ketika seorang istri memuji suaminya atau sebaliknya. Ketika seseorang yang akan mencelakai orang yang tidak bersalah dengan mengatakan bahwa orang yang dicari tidak ada. Ketika ucapan dusta untuk mendamaikan dua orang yang sedang bertikai agar damai dan rukun kembali.
8. Penerapan perilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat misalnya seperti berikut.
 1) Meminta izin atau berpamitan kepada orang ketika akan pergi ke mana pun.
2) Mengembalikan uang sisa belanja meskipun kedua orang tua tidak mengetahuinya.
3) Melaporkan prestasi hasil belajar meskipun dengan nilai yang kurang memuaskan.
4) Tidak memberi atau meminta jawaban kepada teman ketika sedang ulangan atau ujian sekolah.
5) Mengembalikan barang-barang yang dipinjam dari teman atau orang lain meskipun barang tersebut tampak tidak begitu berharga
6)Membayar sesuatu sesuai harga yang telah disepakati